Editor

Editor

Fragmen Kayu Kapal Situs Bongal: Temuan Kemudi Tertua di Asia Tenggara

Kayu-kayu kapal di Situs Bongal terdiri dari 17 papan lambung, sebuah kemudi, sebuah ujung sayap, dan dua bagian haluan/buritan. Kayu-kayu temuan Situs Bongal kemudian disimpan di tiga lokasi, yaitu di Museum Fansuri Situs Bongal dan Museum Abad Satu Hijriyah (keduanya dikelola oleh Sultanate Institute), serta di Kantor Dinas Kebudayaan Kabupaten Tapanuli Tengah. Bagaimana analisis dan interpretasi terhadap temuan kayu kapal di Situs Bongal dengan keterbatasan...

Read moreDetails

Peran Tradisi Pembuatan Kapal Asia Tenggara di Situs Bongal dalam Interaksi Maritim Regional Dan Global

Teknologi pembuatan kapal vernakular merupakan tradisi yang tumbuh dan hidup dalam masyarakat Asia Tenggara sebagai sebuah pengetahuan maritim yang dalam rekaman mutakhir masih dilestarikan di sejumlah masyarakat di kepulauan timur Indonesia. Agni Sesaria Mochtar dan Shinatria Adhityatama beserta peneliti lain mengkaji temuan sisa perahu kuno di Situs Bongal dalam publikasi berjudul “Lashed-Lug Boats from the Bongal Site: New Evidence for Early Maritime Networks on the...

Read moreDetails

Sultanate Institute Menghadirkan Pameran Arkeologi Islam “Uncovering Nusantara” di International Islamic Edu Fair 2026

Sultanate Institute menghadirkan Pameran Arkeologi Islam “Uncovering Nusantara” dalam rangka International Islamic Edu Fair (IIEF) 2026 di Edutorium Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Surakarta 3-5 Oktober 2026. Pameran ini akan menyuguhkan materi tentang temuan arkeologi sebagai bukti terawal interaksi Islam dan Nusantara sejak abad ke-1 Hijriyah. Sultanate Institute menggelar pameran di Stand Nomor AF 68, dengan menghadirkan perspektif arkeologi untuk melihat kembali proses interaksi antara dunia...

Read moreDetails

Perbedaan Jugrafiya dan Tarikh dalam Tradisi Intelektual Islam

Jugrafiya dalam tradisi intelektual Islam sangat sering memberi kontribusi pada pemahaman sejarah. Karya para ilmuwan jugrafiya juga telah digunakan oleh banyak peneliti sebagai sumber dalam historiografi atau penulisan sejarahnya. Tidak hanya dalam konteks global, penulisan sejarah dalam konteks lokal dan regional pun dapat bersumber pada karya-karya jugrafiya. Karya para ilmuwan jugrafiya tak lain merupakan kegiatan menciptakan rekaman peristiwa. Rekaman peristiwa yang berlangsung tersebut kemudian menjadi...

Read moreDetails

Situs Bongal Memperluas Sebaran Geografis Tradisi Teknologi Pembuatan Lashed-Lug Boats

Temuan kayu kapal di Situs Bongal menambah pengetahuan tentang sebaran teknologi pembuatan kapal tambuku-terikat di Asia Tenggara. Penelitian terakhir menyatakan jumlah sebaran situs temuannya mencapai 30 situs, namun saat ini perlu diperbarui, karena semakin banyak situs yang telah diidentifikasi seperti Situs Bongal. Selain itu, masih banyak pula yang terlewatkan, sebab beberapa di antaranya dipublikasikan tidak dalam bahasa Inggris. Fragmen kayu sisa perahu yang ditemukan dalam...

Read moreDetails

Situs Bongal Mengungkap Konteks Sejarah Global Abad 7-10 M

Dosen Ilmu Politik FISIP USU Warjio, membedah buku “Perdagangan Maritim Dunia Islam di Pantai Barat Sumatra Abad I-IV H/VII-X M” dalam acara Bedah Buku di Ruang Konferensi Perpustakaan Universitas Sumatra Utara (USU) pada Sabtu (04/07/2026). Dalam penjelasannya, ia menyampaikan bahwa kelemahan sebagian sejarawan dalam melihat peristiwa sejarah termasuk bagaimana kesejarahan Situs Bongal, masih cenderung pada memahami realitas, belum menanggap bahwa peristiwa sejarah itu sebagai aktivitas...

Read moreDetails

Situs Bongal Membuka Wawasan dan Pengetahuan Baru Kesejarahan Pesisir Barat Sumatra

Jejak kepurbakalaan Situs Bongal sudah diketahui sejak tahun 2001, ketika masyarakat melaporkan adanya temuan sebuah arca Ganesha dalam keadaan yang sudah tidak utuh. Tim dari Balai Arkeologi Medan kemudian melakukan survei sebagaimana yang dilaporkan dalam “Laporan Penelitian Arkeologi Nomor 6 Tahun 2001: Penelitian Arkeologi di Kotamadia SIbolga dan Kabupaten Tapanuli Tengah, Provinsi Sumatera Utara”. Pada tahun 2001 tersebut, aktivitas penambangan emas masyarakat sudah terlihat. Hal...

Read moreDetails

Karya Jugrafiya Para Ilmuwan Muslim: Dokumen Penting Ekonomi-Politik Global

Jugrafiya sebagai disiplin yang mempertemukan ilmu sosial dan sains secara lebih mendalam sebenarnya menyimpan kandungan informasi dan pengetahuan geopolitik. Dalam tradisi intelektual Islam, Jugrafiya bukan hanya membahas tentang nama lokasi, situasi, kondisi lingkungan, maupun keterangan navigasi. Jugrafiya justru menunjukkan suatu cetak biru geopolitik global, informasi rantai pasok dan kegiatan ekonomi, serta kebutuhan pertahanan dan kemaritiman. Ketika membaca peta-peta karya Al-Istakhri, Ibnu Hawqal, atau Al-Idrisi, sebenarnya...

Read moreDetails

Kunjungan Andrew Peacock: Situs Bongal Membuka Perspektif Baru Hubungan Asia Tenggara dengan Timur Tengah

Sultanate Institute dan Museum Abad Satu Hijriyah berkesempatan menerima kunjungan sejarawan dan peneliti Dunia Islam Andrew Peacock di Solo pada Jum'at (28/08/2026). Kunjungan akademis ini melahirkan banyak dialog penting tentang penelitian sejarah Dunia Islam khususnya di kawasan Asia Tenggara dan sejarah Islam di Indonesia. Data arkeologi Situs Bongal memberi kontribusi penting bagi pemahaman kita tentang hubungan Asia Tenggara dan Timur Tengah dalam konteks sejarah Dunia...

Read moreDetails

Kehadiran Islam dan Terbukanya Jejaring Global Abad ke-7 M

Penulis buku “Perdagangan Maritim Dunia Islam di Pantai Barat Sumatra Abad I-IV H/VII-X M” sekaligus Founder Sultanate Institute memaparkan penjelasannya pada acara bedah buku di Ruang Konferensi Perpustakaan Universitas Sumatra Utara (04/07/2026). Penulis menjelaskan isi buku dari sudut pandang sejarah, melalui sumber dokumen dan literatur terkait. Pertanyaan besar yang diajukan oleh penulis adalah mengapa temuan artefak di Situs Bongal yang berasal dari kawasan mancangera bisa...

Read moreDetails
Page 1 of 23 1 2 … 23

FOLLOW & SUBSCRIBE

RECENT NEWS