Editor

Editor

Pameran Sejarah Maritim dan Artefak Peradaban Islam

Sultanate Institute menyelenggarakan Pameran Sejarah Maritim dan Artefak Peradaban Islam pada 7-9 November 2026. Pameran digelar di Joglo Loji Gandrung, Rumah Dinas Walikota Solo. Pameran ini mengusung tema “Bukti Arkeologis Interaksi Dunia Islam dan Nusantara Sejak Abad 1 Hijriyah/7 Masehi”.  Melalui tema tersebut, Sultanate Institute berharap pengetahuan sejarah tentang hubungan Dunia Islam dengan Nusantara telah berlangsung sejak abad 1 H/7 M melalui koneksi kemaritiman. Hal...

Read moreDetails

Kapur: Komoditas Rempah-Aromatika yang Menghubungkan Dunia dalam Jejaring Perdagangan Maritim

Jejaring perdagangan dalam sejarah peradaban manusia, selain didorong oleh kebutuhan memenuhi bahan pangan pokok, juga melibatkan pertukaran komoditas strategis yang bagi sejumlah kelompok masyarakat dianggap sebagai barang langka. Masyarakat Barat seringkali menyebutnya dengan komoditas eksotis. Kebutuhan dasar yaitu bahan pangan pokok pada awalnya dipenuhi dengan memanfaatkan sumber daya yang tersedia di lingkungan sekitar. Kemudian pada perkembangan perluasan jejaring perdagangan, dipengaruhi pula oleh ambisi dan produksi...

Read moreDetails

Sultanate Institute Melakukan Survei Tinggalan Data Arkeologi di Pulau Bangka

Sultanate Institute melakukan survei ke sejumlah situs di Pulau Bangka bersama peneliti Pusat Riset Arkeologi Lingkungan, Maritim, dan Budaya Berkelanjutan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Ery Soedewo dan Muhamad Nofri pada Rabu-Minggu (14-18/10/2026). Survei ini bertujuan untuk melakukan pengamatan awal terhadap tinggalan arkeologi di Pulau Bangka. Salah satu lokasi yang dituju adalah kawasan Teluk Kelabat. Lokasi ini diduga memiliki potensi jejak kepurbakalaan sebab secara...

Read moreDetails

Peran Strategis Jugrafiya dalam Pemahaman Geopolitik

Jugrafiya bukan hanya mencerminkan pengetahuan menyeluruh dalam tradisi intelektual Islam yang mencakup sejumlah disiplin dalam sistem pengetahuan modern, tetapi juga merupakan instrumen pokok kebijakan otoritas Dunia Islam terutama dalam percaturan geopolitik. Untuk memahami hal tersebut, penting bagi kita untuk melihat latar belakang orang-orang (para ilmuwan) di balik disiplin Jugrafiya. Hal ini dapat dibedakan misalnya dengan para ulama fiqh yang sebagian besar mengambil jarak tegas dengan...

Read moreDetails

Fragmen Kayu Kapal Situs Bongal: Temuan Kemudi Tertua di Asia Tenggara

Kayu-kayu kapal di Situs Bongal terdiri dari 17 papan lambung, sebuah kemudi, sebuah ujung sayap, dan dua bagian haluan/buritan. Kayu-kayu temuan Situs Bongal kemudian disimpan di tiga lokasi, yaitu di Museum Fansuri Situs Bongal dan Museum Abad Satu Hijriyah (keduanya dikelola oleh Sultanate Institute), serta di Kantor Dinas Kebudayaan Kabupaten Tapanuli Tengah. Bagaimana analisis dan interpretasi terhadap temuan kayu kapal di Situs Bongal dengan keterbatasan...

Read moreDetails

Peran Tradisi Pembuatan Kapal Asia Tenggara di Situs Bongal dalam Interaksi Maritim Regional Dan Global

Teknologi pembuatan kapal vernakular merupakan tradisi yang tumbuh dan hidup dalam masyarakat Asia Tenggara sebagai sebuah pengetahuan maritim yang dalam rekaman mutakhir masih dilestarikan di sejumlah masyarakat di kepulauan timur Indonesia. Agni Sesaria Mochtar dan Shinatria Adhityatama beserta peneliti lain mengkaji temuan sisa perahu kuno di Situs Bongal dalam publikasi berjudul “Lashed-Lug Boats from the Bongal Site: New Evidence for Early Maritime Networks on the...

Read moreDetails

Sultanate Institute Menghadirkan Pameran Arkeologi Islam “Uncovering Nusantara” di International Islamic Edu Fair 2026

Sultanate Institute menghadirkan Pameran Arkeologi Islam “Uncovering Nusantara” dalam rangka International Islamic Edu Fair (IIEF) 2026 di Edutorium Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Surakarta 3-5 Oktober 2026. Pameran ini akan menyuguhkan materi tentang temuan arkeologi sebagai bukti terawal interaksi Islam dan Nusantara sejak abad ke-1 Hijriyah. Sultanate Institute menggelar pameran di Stand Nomor AF 68, dengan menghadirkan perspektif arkeologi untuk melihat kembali proses interaksi antara dunia...

Read moreDetails

Perbedaan Jugrafiya dan Tarikh dalam Tradisi Intelektual Islam

Jugrafiya dalam tradisi intelektual Islam sangat sering memberi kontribusi pada pemahaman sejarah. Karya para ilmuwan jugrafiya juga telah digunakan oleh banyak peneliti sebagai sumber dalam historiografi atau penulisan sejarahnya. Tidak hanya dalam konteks global, penulisan sejarah dalam konteks lokal dan regional pun dapat bersumber pada karya-karya jugrafiya. Karya para ilmuwan jugrafiya tak lain merupakan kegiatan menciptakan rekaman peristiwa. Rekaman peristiwa yang berlangsung tersebut kemudian menjadi...

Read moreDetails

Situs Bongal Memperluas Sebaran Geografis Tradisi Teknologi Pembuatan Lashed-Lug Boats

Temuan kayu kapal di Situs Bongal menambah pengetahuan tentang sebaran teknologi pembuatan kapal tambuku-terikat di Asia Tenggara. Penelitian terakhir menyatakan jumlah sebaran situs temuannya mencapai 30 situs, namun saat ini perlu diperbarui, karena semakin banyak situs yang telah diidentifikasi seperti Situs Bongal. Selain itu, masih banyak pula yang terlewatkan, sebab beberapa di antaranya dipublikasikan tidak dalam bahasa Inggris. Fragmen kayu sisa perahu yang ditemukan dalam...

Read moreDetails

Situs Bongal Mengungkap Konteks Sejarah Global Abad 7-10 M

Dosen Ilmu Politik FISIP USU Warjio, membedah buku “Perdagangan Maritim Dunia Islam di Pantai Barat Sumatra Abad I-IV H/VII-X M” dalam acara Bedah Buku di Ruang Konferensi Perpustakaan Universitas Sumatra Utara (USU) pada Sabtu (04/07/2026). Dalam penjelasannya, ia menyampaikan bahwa kelemahan sebagian sejarawan dalam melihat peristiwa sejarah termasuk bagaimana kesejarahan Situs Bongal, masih cenderung pada memahami realitas, belum menanggap bahwa peristiwa sejarah itu sebagai aktivitas...

Read moreDetails
Page 1 of 23 1 2 … 23

FOLLOW & SUBSCRIBE

RECENT NEWS