Editor

Editor

Peneliti Intellectual History: Situs Bongal Memberi Pencerahan dan Memperkaya Pengetahuan

Sultanate Institute dan Museum Abad Satu Hijriyah menerima kunjungan peneliti Halim Khairi beserta beberapa mahasiswa UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta di Solo, Sabtu (15/11/2025). Kunjungan menghadirkan diskusi yang menarik tentang bagaimana bukti-bukti interaksi terawal Dunia Islam dengan Nusantara ini dalam tinjauan kajian sejarah intelektual. Temuan Situs Bongal memberi pencerahan terkait historiografi terutama dalam diskursus Dunia Islam. Hal ini diungkapkan oleh Halim dalam diskusi tersebut. “Saya merasa...

Read moreDetails

Pelestarian Berkelanjutan Warisan Budaya Maritim di Situs Bongal

Penggalian arkeologi di Situs Bongal memberikan temuan data-data baru yang penting untuk memahami kembali peran awal Sumatra dalam jejaring perdagangan maritim antarwilayah. Temuan budaya material dari konteks maritim Islam ini memberikan perspektif baru yang menantang narasi sejarah modern yang sering kali terbatas pada kerangka negara-bangsa. Beragam data arkeologi di Situs Bongal tersebut membutuhkan pendekatan baru dalam pengumpulan, penyimpanan, dan analisis. Maritime Asia Heritage Survey (MAHS)...

Read moreDetails

Abd al-Latif al-Baghdadi Ilmuwan Muslim Abad 12 M, Pelopor Observasi Bioarkeologi Modern

Ketika kita memikirkan arkeologi, kita sering membayangkan penggalian reruntuhan kuno di abad ke-19 atau ke-20, atau masa yang terhitung ribuan tahun lalu. Namun, semangat inti dari arkeologi pada dasarnya adalah keinginan untuk memahami masa lalu melalui studi sistematis terhadap sisa-sisa fisik, memiliki akar yang jauh lebih dalam. Jauh sebelum arkeologi menjadi disiplin formal, seorang ilmuwan Muslim dari abad ke-12 dan ke-13 M, yaitu Abd al-Latif...

Read moreDetails

Kota Amshar, Administrasi Pajak, Gaji Militer, dan Organisasi Militer pada Masa Awal Islam

Pada permulaan periode futuhat, kota-kota Islam tumbuh dengan corak kota pertahanan. Kota-kota tersebut berfungsi sebagai pangkalan militer dan pusat administrasi bagi daerah-daerah yang baru dibebaskan. Corak pertumbuhan kota ini dalam Islam disebut Amshar, yang merupakan bentuk tunggal dari misr yang bermakna batas suatu wilayah atau batas patok tanah. Amshar terbentuk dari gabungan keluarga dan kabilah Arab yang datang dan memutuskan untuk menetap di kota tersebut. Secara bertahap amshar akan membentuk masyarakat baru di bawah jaminan...

Read moreDetails

Situs Bongal dan Perkembangan Arkeologi Maritim di Sumatra Utara

Penelitian arkeologi di Indonesia mengalami perkembangan signifikan sejak pertengahan abad ke-20, khususnya di wilayah Sumatra Utara. Sebagaimana ditunjukkan oleh ekskavasi yang dilakukan di sejumlah situs penting di Sumatra Utara, seperti Kota Cina, Barus, Padang Lawas, Pulau Kampai, dan Situs Bongal. Jejaring situs-situs di Sumatra Utara tersebut sangat penting dikaji dalam hubungan komunikasi antar-situs menuju potensi studi perbandingan tinggalan budaya material di kawasan tersebut. Hal ini...

Read moreDetails

3rd Spiced Islam International Conference Sukses Digelar di Museum Fansuri Situs Bongal: Kolaborasi Riset Lanjutan dan Kontribusi Akademik

3rd Spiced Islam International Conference sukses diselenggarakan pada 20-23 Agustus 2025 di Museum Fansuri Situs Bongal, Tapanuli Tengah. Spiced Islam Conference mengetengahkan kajian kawasan Samudra Hindia dalam dialog antar disiplin ilmu, baik arkeologi, sejarah, filologi, epigrafi, serta kajian warisan budaya. Mengangkat tema “Material Culture and Commodities in the Indian Ocean World, 7th–13th Centuries”, Spiced Islam Conference diselenggarakan oleh Sultanate Institute, yang bekerja sama dengan Program...

Read moreDetails

Situs Bongal Menghadirkan Kembali Diskursus Tentang Kawasan Pesisir Barat Sumatra

"Sejarah tidak benar-benar dipahami kecuali jika diperluas untuk mencakup seluruh malasalau manusia, seseorang harus melakukan perjalanan melalui betangan sejarah yang panjang untuk dapat menuliskan sejarah", Fernand Braudel. Situs Bongal merupakan tempat baru yang tidak dikenal oleh peneliti sebelumnya di pesisir barat Sumatra, yang mengungkap beragam material yang berasal lebih dari seribu tahun lalu. Hal ini diungkapkan oleh peneliti arkeologi di Pusat Riset Arkeologi Prasejarah dan...

Read moreDetails

Situs Bongal dalam Perniagaan Maritim Global Abad VII-X M

Pesisir timur Sumatra dalam penulisan sejarah dan penelitian arkeologi dikenal sebagai kawasan utama rute perniagaan maritim. Jejaring pelayaran dan perniagaannya tak hanya mencakup wilayah secara regional, melainkan terhubung secara global. Situs Bongal, sebuah warisan budaya maritim di kawasan pesisir barat Pulau Sumatra, mengungkap fakta lain dari narasi besar tersebut. Situs Bongal membuka kemungkinan untuk mendiskusikan kembali dunia bahari/maritim kita, bahwa pesisir barat Sumatra sejak abad...

Read moreDetails

Situs Bongal dan Historiografi Islam Indonesia

Buku Perdagangan Maritim Dunia Islam di Pantai Barat Sumatra Abad I-IV H/VII-X M memberikan kesan yang kuat tentang wacana Islamisasi di Kepulauan Nusatara. Hal ini disampaikan oleh Guru Besar Ilmu Sejarah UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof. Jajat Burhanudin dalam bedah buku di BRIN Kawasan Gatot Subroto. Buku ini memperkaya secara substansial historiografi Islam Indonesia dan memberi bukti-bukti kuat teori tentang proses Islamisasi di Indonesia telah...

Read moreDetails

Perdagangan Maritim Dunia Islam di Pantai Barat Sumatra Abad I-IV H / VII-X M

Buku yang disusun berdasarkan bukti-bukti arkeologi terbaru dari kawasan situs Bongal yang terletak di Desa Jago-jago, Tapanuli Tengah, yang secara geografis berlokasi di Pantai Barat Sumatra ini menghadirkan banyak data terbaru tentang interaksi masyarakat Nusantara dengan kawasan luas Dunia Islam sejak abad pertama Hijriyah atau abad ke-7 M. Dalam banyak forum, Menteri Kebudayaan Fadli Zon telah menyampaikan bahwa data arkeologi Situs Bongal, bersesuaian dengan pendapat...

Read moreDetails
Page 2 of 19 1 2 3 19

FOLLOW & SUBSCRIBE

RECENT NEWS