Bulan: Oktober 2026

Fragmen Kayu Kapal Situs Bongal: Temuan Kemudi Tertua di Asia Tenggara

Kayu-kayu kapal di Situs Bongal terdiri dari 17 papan lambung, sebuah kemudi, sebuah ujung sayap, dan dua bagian haluan/buritan. Kayu-kayu temuan Situs Bongal kemudian disimpan di tiga lokasi, yaitu di Museum Fansuri Situs Bongal dan Museum Abad Satu Hijriyah (keduanya dikelola oleh Sultanate Institute), serta di Kantor Dinas Kebudayaan Kabupaten Tapanuli Tengah. Bagaimana analisis dan interpretasi terhadap temuan kayu kapal di Situs Bongal dengan keterbatasan ...

Read moreDetails

Peran Tradisi Pembuatan Kapal Asia Tenggara di Situs Bongal dalam Interaksi Maritim Regional Dan Global

Teknologi pembuatan kapal vernakular merupakan tradisi yang tumbuh dan hidup dalam masyarakat Asia Tenggara sebagai sebuah pengetahuan maritim yang dalam rekaman mutakhir masih dilestarikan di sejumlah masyarakat di kepulauan timur Indonesia. Agni Sesaria Mochtar dan Shinatria Adhityatama beserta peneliti lain mengkaji temuan sisa perahu kuno di Situs Bongal dalam publikasi berjudul “Lashed-Lug Boats from the Bongal Site: New Evidence for Early Maritime Networks on the ...

Read moreDetails

Sultanate Institute Menghadirkan Pameran Arkeologi Islam “Uncovering Nusantara” di International Islamic Edu Fair 2026

Sultanate Institute menghadirkan Pameran Arkeologi Islam “Uncovering Nusantara” dalam rangka International Islamic Edu Fair (IIEF) 2026 di Edutorium Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Surakarta 3-5 Oktober 2026. Pameran ini akan menyuguhkan materi tentang temuan arkeologi sebagai bukti terawal interaksi Islam dan Nusantara sejak abad ke-1 Hijriyah. Sultanate Institute menggelar pameran di Stand Nomor AF 68, dengan menghadirkan perspektif arkeologi untuk melihat kembali proses interaksi antara dunia ...

Read moreDetails

Perbedaan Jugrafiya dan Tarikh dalam Tradisi Intelektual Islam

Jugrafiya dalam tradisi intelektual Islam sangat sering memberi kontribusi pada pemahaman sejarah. Karya para ilmuwan jugrafiya juga telah digunakan oleh banyak peneliti sebagai sumber dalam historiografi atau penulisan sejarahnya. Tidak hanya dalam konteks global, penulisan sejarah dalam konteks lokal dan regional pun dapat bersumber pada karya-karya jugrafiya. Karya para ilmuwan jugrafiya tak lain merupakan kegiatan menciptakan rekaman peristiwa. Rekaman peristiwa yang berlangsung tersebut kemudian menjadi ...

Read moreDetails

FOLLOW & SUBSCRIBE

RECENT NEWS