Teknologi pembuatan kapal vernakular merupakan tradisi yang tumbuh dan hidup dalam masyarakat Asia Tenggara sebagai sebuah pengetahuan maritim yang dalam rekaman mutakhir masih dilestarikan di sejumlah masyarakat di kepulauan timur Indonesia.
Agni Sesaria Mochtar dan Shinatria Adhityatama beserta peneliti lain mengkaji temuan sisa perahu kuno di Situs Bongal dalam publikasi berjudul “Lashed-Lug Boats from the Bongal Site: New Evidence for Early Maritime Networks on the West Coast of Sumatra”, International Journal of Nautical Archaeology, 2026.
Sisa-sisa kayu perahu tradisi tambuku-terikat di Asia Tenggara sebagian besar ditemukan di kawasan pesisir, meskipun beberapa lainnya ditemukan pula di bawah air. Namun, temuan di Situs Bongal memiliki kondisi yang langka karena lokasinya berada di kawasan pesisir tetapi juga merupakan area muara sungai.
Namun tinggalan sisa perahu atau kapal kuno di Situs Bongal juga menunjukkan perbedaan variasi ketebalan dan tingkat pelapukannya. Hal ini mengindikasikan kemungkinan terdapat lebih dari satu jenis perahu atau beragam proses pembuatan dan perawatannya.
Jika ditinjau dari kesamaan temuan seperti di Situs Butuan, Filipina, temuan sisa perahu di sana menunjukkan teknologi pembuatan yang menggunakan jenis papan yang beragam serta desain pembuatan yang berbeda.
Tradisi tambuku-terikat seperti di Situs Bongal dan Situs Butuan ini merupakan temuan langka jika dilihat dari sebaran temuan di sebagian situs lain yang menunjukkan penggunaan satu jenis papan dan proses pembuatan yang seragam.
Berdasarkan analisis pada kayu papan di Situs Bongal, spesies kayu yang digunakan berasal dari sumber daya alam lokal di Sumatra dan Kalimantan, bukan bergantung pada sumber daya alam yang didatangkan dari mancanegara atau impor. Pendekatan menggunakan analisis ini menegaskan tradisi teknologi pembuatan tambuku-terikat di Situs Bongal.
Bagian kemudi kapal temuan Situs Bongal menunjukkan temuan kemudi tertua dalam tradisi pembuatan kapal Asia Tenggara. Ukuran kemudi juga menunjukkan ukuran kapal yang terbilang besar, meskipun belum ditemukan papan yang sesuai dengan ukurannya. Temuan kemudi ini memiliki kesamaan temuan di Situs Air Sugihan, Sumatra Selatan, dengan ukuran yang lebih kecil.
Temuan sisa kayu perahu atau kapal di Situs Bongal memberikan kontribusi penting dalam pemahaman arkeologi maritim Asia Tenggara yang lebih mendalam. Bahwa terdapat sebaran ruang lingkup tradisi pembuatan kapal tambuku-terikat yang lebih luas mencakup kawasan pesisir barat Sumatra. Hal ini memberikan pemahaman lebih mendalam tentang kesenjangan teknologi dan geografis terhadap pesisir barat Sumatra dibandingkan kawasan pesisir timur Sumatra, laut Jawa, dan kawasan Cina Selatan.
Selain itu, temuan kemudi kapal Situs Bongal juga menjadi temuan kemudi tertua selama masa pertengahan milenium pertama dalam tradisi teknologi pembuatan kapal masyarakat Asia Tenggara.
Temuan artefak lain seperti keramik Dinasti Tang, kaca, manik-manik, artefak berbahan logam, dam koin berinskripsi Arab dari masa Daulah Umawiyyah dan Abbasiyah menunjukkan keterlibatan Situs Bongal dalam jejaring pertukaran kawasan Asia Tenggara bagian barat dengan Asia Selatan, Timur Tengah dan Asia Timur.
Jejaring tersebut merupakan bagian dari sistem maritim global di kawasan perairan Samudra Hindia, yang ditunjukkan oleh pertukaran barang, teknologi, dan ideologi sejak abad pertama masehi dan semakin intens pada abad ke-7 M.
Namun analisis terhadap temuan sisa perahu Situs Bongal tidak menunjukkan bahwa transportasi air tersebut melakukan pelayaran jarak jauh lintas samudra. Temuan sisa perahu Situs Bongal menunjukkan transportasi yang menghubungkan jejaring sungai-pesisir di perairan Teluk Tapanuli pesisir barat Sumatra, di mana jejaring tersebut terhubung lebih luas dengan sistem pertukaran Samudra Hindia.
Hal inilah yang menegaskan bahwa pengetahuan masyarakat pendukung Asia Tenggara dalam teknologi pembuatan kapal tambuku-terikat berperan penting terhadap jejaring global Samudra Hindia melalui interaksi maritim di kawasan pesisir barat Sumatra.
















