Sultanate Institute menyelenggarakan Pameran Sejarah Maritim dan Artefak Peradaban Islam pada 7-9 November 2026. Pameran digelar di Joglo Loji Gandrung, Rumah Dinas Walikota Solo.
Pameran ini mengusung tema “Bukti Arkeologis Interaksi Dunia Islam dan Nusantara Sejak Abad 1 Hijriyah/7 Masehi”. Melalui tema tersebut, Sultanate Institute berharap pengetahuan sejarah tentang hubungan Dunia Islam dengan Nusantara telah berlangsung sejak abad 1 H/7 M melalui koneksi kemaritiman.
Hal tersebut dibuktikan dengan temuan data arkeologi Situs Bongal, Tapanuli Tengah, yang akan tersaji dalam pameran. Artefak peradaban Islam yang berusia sejak 1400 tahun yang lalu dari Situs Bongal tersebut ialah koin berinskripsi Arab (dinar/dirham), artefak kaca (botol medis), keramik (turquoise-glazed ware), artefak logam (alat medis), manik-manik, dan artefak lainnya.
Dari motif, bentuk, dan jenisnya, keramik misalnya, dapat menjadi petunjuk untuk menelusuri asal-usul benda, memperkirakan periode keberadaannya, hingga memahami hubungan perdagangan antardaerah. Artefak keramik yang ditampilkan dalam pameran, turut mengungkap bagaimana Nusantara terhubung dengan jejaring perdagangan global sejak masa lampau.
Kemudian Uqiyah, salah satu satuan ukuran dalam tradisi ekonomi Islam. Dalam sistem pengukuran masa awal Islam, terdapat pula satuan mitsqal yang memiliki standar tersendiri. Menariknya, standardisasi ukuran menjadi bagian penting dalam menjaga ketepatan dan keadilan transaksi perdagangan.
Interaksi antara Dunia Islam dan Nusantara sejak abad ke-7 M bukan hanya sebuah wujud dari aktivitas perdagangan dan pelayaran jarak jauh antar dua kawasan, melainkan sebuah fakta sejarah pengaruh peradaban Islam (dakwah) telah meluas sejak masa awal kehadirannya melalui jejaring rute maritim perairan Samudra Hindia.
Jejaring yang berlangsung sejak abad ke-7 M tersebut juga menandai suatu sejarah kemaritiman global yang digerakkan oleh para ilmuwan muslim. Nusantara merupakan wilayah di mana lalu lintas pelayaran dan perdagangan global masa itu berlangsung, yang berperan sebagai wilayah tujuan maupun lokasi singgah.
Maka di dalamnya, turut pula masyarakat Nusantara dalam menggerakkan dunia maritim/bahari secara global. Nusantara menyimpan kekayaan komoditas rempah-aromatika yang dibutuhkan dunia, serta terlibat dalam aktivitas pertukaran dengan pengetahuan teknologi perkapalan serta konstruksi permukiman pesisir dan pelabuhan.
Hal itulah yang kemudian berinteraksi dengan ilmu pengetahuan, budaya, teknologi pelayaran, dan nilai-nilai Islam yang membentuk wajah Nusantara yang diwariskan hingga saat ini.
Sultanate Institute mengundang para pelajar, mahasiswa, peneliti, pemerhati sejarah Islam, akademisi, maupun masyarakat dan publik luas untuk menjawab rasa penasaran tentang jejak peradaban Islam di Nusantara.
Pameran ini menyuguhkan fakta dan data yang mungkin belum pernah didapat atau belum pernah dipelajari baik di sekolah maupun di kampus. Di pameran inilah tempat untuk belajar bersama.
Pameran ini juga bukan sekadar pameran artefak, tetapi juga kesempatan untuk mengenal hasil penelitian sejarah dan arkeologi yang mengungkap jejak hubungan Nusantara dengan jejaring peradaban dunia melalui pelayaran, perdagangan, dan pertukaran budaya.
PAMERAN SEJARAH MARITIM & ARTEFAK PERADABAN ISLAM
TEMA
“Bukti Arkeologis Interaksi Dunia Islam dan Nusantara Sejak Abad 1 Hijriyah/7 Masehi”
Mengajak:
📚 Pelajar yang ingin mengenal sejarah lebih dekat.
🎓 Mahasiswa yang tertarik dengan arkeologi, sejarah, dan kebudayaan.
🔎 Peneliti serta pemerhati sejarah Islam.
🌏 Siapa pun yang penasaran dengan jejak peradaban Islam di Nusantara.
📅 7–9 November 2026
⏰ Pukul 09.00–15.30 WIB
📍 Joglo Loji Gandrung
Rumah Dinas Wali Kota Solo
Jl. Slamet Riyadi, Penumping, Laweyan, Surakarta.
Karena mengenal masa lalu bukan berarti hidup di masa lalu. Justru dari sejarah, kita bisa memahami betapa hebatnya peradaban yang pernah hadir di negeri ini.
Ajak teman, keluarga, dan komunitasmu. Saksikan langsung artefak bersejarah dan temukan kisah menarik di balik perkembangan peradaban Islam.
Jangan lewatkan kesempatan untuk melihat langsung artefak bersejarah sekaligus mengikuti pemaparan hasil penelitian Sultanate Institute.
Jangan cuma scroll sejarah di media sosial. Yuk, datang dan saksikan langsung bukti sejarahnya!
















