Sultanate Institute menyelenggarakan Workshop Digitalisasi Manuskrip dan Arsip Sejarah pada Sabtu (11/07/2026) di Gedung Umat Islam, Kartopuran, Serengan, Surakarta.
Mengingat manuskrip dan arsip sejarah Nusantara merupakan warisan yang sangat rentan terhadap kerusakan fisik, baik akibat usia, kelembapan udara, maupun penanganan yang kurang tepat.
Upaya menjaga warisan budaya yaitu warisan dokumenter berupa manuskrip maupun dokumen diharap semakin mempermudah akses terhadap sumber sejarah dan literasi dalam rangka penelitian sejarah dan ilmu-ilmu sosial humaniora.
Pelestarian berkelanjutan terhadap manuskrip dan arsip sejarah juga menjadi upaya Sultanate Institute mengembangkan dan memanfaatkan warisan intelektual Nusantara. Kemudahan akses terhadap karya ulama maupun pujangga ini semakin mendekatkan kajian naskah Nusantara bagi generasi mendatang.
Dengan melibatkan sejumlah pihak terkait, digitalisasi manuskrip dan arsip sejarah dimaksudkan untuk semakin memperkuat kapasitas akademisi, pengelola museum, komunitas sejarah, mahasiswa, serta masyarakat dalam memahami pentingnya preservasi manuskrip dan arsip sejarah melalui pendekatan digital.
Indonesia memiliki ribuan manuskrip yang tersebar di berbagai museum, perpustakaan, pesantren, kraton, masjid, hingga koleksi masyarakat. Sebagai sumber primer yang memuat informasi mengenai sejarah, agama, budaya, bahasa, hukum, sastra, dan pengetahuan lokal, manuskrip-manuskrip tersebut menghadapi ancaman kerusakan akibat usia, kelembapan, serangan jamur, serangga, cahaya, maupun penanganan yang kurang tepat.
Digitalisasi menjadi salah satu strategi preservasi preventif yang mampu mengurangi intensitas penggunaan naskah asli sekaligus menghasilkan salinan digital berkualitas tinggi untuk kepentingan penelitian, pendidikan, dokumentasi, dan diseminasi pengetahuan kepada masyarakat.

Pembahasan mulai dari penyampaian materi hingga praktik digitalisasi dilakukan dengan mengundang narasumber dosen Program Studi Sastra Indonesia FIB UNS Asep Yudha Wirajaya.
Beliau menjelaskan teori pengelolaan manuskrip dan arsip, strategi perawatan koleksi, hingga persiapan dan teknik digitalisasi sesuai standar pengelolaan koleksi. Melalui kegiatan ini, peserta diharap mendapat pemahaman tentang prinsip-prinsip konservasi, digitalisasi, serta pengelolaan arsip digital yang berkelanjutan.
Asep Yudha Wirajaya menekankan esensi proses alih media manuskrip maupun arsip. Pertama adalah pelestarian, sebagai upaya mencegah kehilangan informasi dan kerusakan fisik. Kedua adalah aksesibilitas, yang dapat membuka ruang bagi peneliti, akademisi, dan masyarakat umum untuk mengakses dokumen tanpa bersentuhan langsung dengan fisik aslinya. Ketiga adalah pengembangan kajian, dengan mendorong lahirnya riset-riset baru berbasis sumber primer naskah Nusantara.
Dalam workshop ini narasumber dan peserta mendiskusikan teori filologi serta praktik teknis pelestarian warisan budaya berkelanjutan. Peserta dibekali prosedur dan tata cara penanganan fisik manuskrip atau arsip, standar pengambilan gambar, hingga pengelolaan metadata dan katalogisasi.
Ketua Panitia, Muhammad Sidiq, menyampaikan bahwa workshop ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia bagi para peneliti sejarah, mahasiswa dan pengelola museum yang memiliki koleksi arsip maupun manuskrip kuno.
“Masih banyak koleksi manuskrip dan arsip bersejarah yang belum terdokumentasi dengan baik. Oleh karena itu, peningkatan kompetensi dalam bidang preservasi dan digitalisasi merupakan investasi jangka panjang agar warisan sejarah Nusantara tetap dapat diakses oleh generasi mendatang tanpa mengorbankan kondisi fisik koleksi aslinya.”
Melalui penyelenggaraan workshop ini, Sultanate Institute berharap lahir lebih banyak inisiatif pelestarian manuskrip dan arsip sejarah berbasis kolaborasi serta pemanfaatan teknologi digital yang tetap mengedepankan prinsip-prinsip konservasi.
Kegiatan ini juga diharapkan menjadi kontribusi nyata dalam mendukung pengembangan kajian naskah Nusantara dan memperluas akses masyarakat terhadap sumber-sumber sejarah yang autentik.
















