Sultanate Institute dan Museum Abad Satu Hijriyah berkesempatan menerima kunjungan sejarawan dan peneliti Dunia Islam Andrew Peacock di Solo pada Jum’at (28/08/2026).
Kunjungan akademis ini melahirkan banyak dialog penting tentang penelitian sejarah Dunia Islam khususnya di kawasan Asia Tenggara dan sejarah Islam di Indonesia.
Data arkeologi Situs Bongal memberi kontribusi penting bagi pemahaman kita tentang hubungan Asia Tenggara dan Timur Tengah dalam konteks sejarah Dunia Islam pada abad pertengahan.

“Situs Bongal menunjukkan situs yang potensial. Temuan data arkeologi di Situs Bongal merupakan salah satu penemuan penting dalam sejarah Islam sekaligus membuka perspektif lebih mendalam tentang hubungan Asia Tenggara dengan Timur Tengah”, jelas Profesor di Islamic History School University of St Andrews, Skotlandia.
Temuan artefak Timur Tengah juga memberi kebaruan data dan sumber sejarah intelektual Dunia Islam. Hal ini memberi potensi penelitian lebih mendalam tentang jejaring intelektual Dunia Islam.
Dalam kesempatan kunjungannya, Peacock mengamati secara langsung koleksi artefak Situs Bongal di Museum Abad Satu Hijriyah. Dalam kesempatan ini pula Sultanate Institute dapat mendiskusikan analisis yang selama ini telah dilakukan.
Andrew Peacock juga menyampaikan apresiasi dan kesan mendalam terhadap Museum Abad Satu Hijriyah.
Ia sangat mengapresiasi dedikasi tim Sultanate Institute dan Museum Abad Satu Hijriyah dalam menjaga, meneliti, dan melestarikan warisan budaya temuan Situs Bongal.

“Saya sangat terkesan bagaimana tim (Sultanate Institute dan Museum Abad Satu Hijriyah) dalam kepedulian dan perhatian terhadap koleksi artefak, dalam melestarikan, menampilkan dan menganalisisnya”, tegas Prof. Andrew Peacock.
Harapannya ke depan lahir penelitian lanjutan pada jejaring intelektual dan sejarah Islam di Samudra Hindia serta Asia Tenggara. Terlebih dalam fokus terhadap bukti-bukti fisik peradaban Islam awal di wilayah Kepulauan Melayu.
Kajian sejarah Islam di Indonesia juga tidak dapat dilepaskan dari konteks jejaring global Samudra Hindia.
















