No Result
View All Result
Sultanate Institute
  • Spiced Islam
    • SI-IO 2022
    • SI-IO 2023
    • SI-IO 2025
  • Islamic Civilization
  • Museum
    • Museum Abad Satu Hijriyah
    • Museum Fansuri Situs Bongal
  • Manuscripts
  • Tombstones
  • Expeditions
  • Activities
  • Books
  • Galleries
    • Masjid
    • Ekskavasi
    • Kegiatan
  • Cinderamata
    • ParfumGiftset
    • ParfumHampers
  • Spiced Islam
    • SI-IO 2022
    • SI-IO 2023
    • SI-IO 2025
  • Islamic Civilization
  • Museum
    • Museum Abad Satu Hijriyah
    • Museum Fansuri Situs Bongal
  • Manuscripts
  • Tombstones
  • Expeditions
  • Activities
  • Books
  • Galleries
    • Masjid
    • Ekskavasi
    • Kegiatan
  • Cinderamata
    • ParfumGiftset
    • ParfumHampers
No Result
View All Result
Sultanate Institute
No Result
View All Result

Fragmen Kayu Kapal Situs Bongal: Temuan Kemudi Tertua di Asia Tenggara

Editor by Editor
18 Oktober 2026
in Islamic Civilization
0
Fragmen Kayu Kapal Situs Bongal: Temuan Kemudi Tertua di Asia Tenggara

Papan Kayu Sisa Perahu Temuan Situs Bongal. Sumber: Agni Sesaria Mochtar, Shinatria Adhityatama, dkk (2026), “Lashed-Lug Boats from the Bongal Site: New Evidence for Early Maritime Networks on the West Coast of Sumatra”, International Journal of Nautical Archaeology.

Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

Kayu-kayu kapal di Situs Bongal terdiri dari 17 papan lambung, sebuah kemudi, sebuah ujung sayap, dan dua bagian haluan/buritan. Kayu-kayu temuan Situs Bongal kemudian disimpan di tiga lokasi, yaitu di Museum Fansuri Situs Bongal dan Museum Abad Satu Hijriyah (keduanya dikelola oleh Sultanate Institute), serta di Kantor Dinas Kebudayaan Kabupaten Tapanuli Tengah.

Bagaimana analisis dan interpretasi terhadap temuan kayu kapal di Situs Bongal dengan keterbatasan data dan konteks arkeologinya, Agni Sesaria Mochtar dan Shinatria Adhityatama beserta peneliti lainnya mengkaji temuan sisa perahu kuno di Situs Bongal dalam publikasi berjudul “Lashed-Lug Boats from the Bongal Site: New Evidence for Early Maritime Networks on the West Coast of Sumatra”, International Journal of Nautical Archaeology, 2026.

Sebagian besar komponen temuan kayu kapal Situs Bongal telah bergeser dari posisi pengendapan aslinya sebelum dilakukan pendokumentasian arkeologis. Hal inilah yang menimbulkan keterbatasan dalam pengumpulan data, terutama karena temuan-temuan tersebut telah hilang konteks arkeologinya.

Oleh karena itu, interpretasi dilakukan berdasarkan dokumentasi pasca-penggalian, pengamatan pada lubang galian dan profil sedimen, serta rekonstruksi geomorfologis. Terlepas dari tantangan-tantangan ini, bukti stratigrafi menunjukkan bahwa kayu-kayu kapal Situs Bongal berasal dari lapisan budaya yang tertutup rapat di bawah lapisan gambut setebal sekitar 2 m, dan tidak ditemukan adanya tanda-tanda gangguan sebelum aktivitas penambangan.

Untuk melakukan pendokumentasian rinci terhadap kayu kapal Situs Bongal, dilakukan fotogrametri pada tahun 2022 dan 2024 menggunakan Agisoft Metashape. Kemudian untuk mengetahui kronologi waktu, dilakukan analisis pertanggalan kronometrik melalui sampel kayu dan tali dengan metode Accelerator Mass Spectrometry (AMS) ke Laboratorium Beta Analytic (Florida, AS) pada tahun 2020 dan ke Laboratorium Penanggalan Radiokarbon Universitas Waikato (Selandia Baru) pada tahun 2022. Sementara untuk identifikasi jenis kayu, sampel temuan kayu kapal dikirim ke laboratorium Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Indonesia.

Salah satu Kayu kapal temuan Situs Bongal diidentifikasi merupakan bagian papan lambung yang berjumlah 16 papan. Namun karena kehilangan konteks arkeologinya dan sudah dalam kondisi terpisah-pisah, sulit untuk menentukan hubungan di antara papan-papan tersebut. Apakah 16 papan tersebut berasal dari kapal yang sama. Namun, sejak identifikasi awal, tim peneliti berpendapat bahwa papan-papan tersebut kemungkinan besar berasal dari lebih dari satu kapal.

Bentuk tonjolan-tonjolan (lugs) merupakan ciri khas yang paling mencirikan dan memiliki kesamaan pada semua papan. Sementara ciri-ciri konstruksi dan identifikasi lainnya bervariasi di antara 16 papan tersebut. Namun, beberapa papan memiliki beberapa karakteristik yang sama, sehingga dapat dikelompokkkan berdasarkan tiga kriteria utama yaitu bentuk dan dimensi papan serta tonjolan, sistem pengikatan, dan tingkat kerusakan kayu. Hasil penelitian menunjukkan kemungkinan adanya lima kapal yang berbeda di Situs Bongal.

Kelompok pertama terdiri dari papan-papan dengan ketebalan sekitar 4 cm yang ujung-ujungnya disambung dengan teknik scarfing. Papan-papan ini memiliki tonjolan berbentuk persegi panjang, beberapa di antaranya dihubungkan oleh sebuah punggung, serta lubang pengikat berbentuk L. Papan-papan tersebut diikat dengan pasak dan diperkuat dengan pen.

Kelompok kedua terdiri dari papan-papan melengkung dengan ketebalan sekitar 6 cm yang sudah sangat lapuk, dilengkapi tonjolan persegi panjang dengan lubang pengikat berbentuk L. Papan-papan ini diikat menggunakan tali pengikat papan dan pasak.

Kelompok ketiga terdiri dari papan datar dan tebal (tebal ∼3 cm) dengan ujung berbentuk U. Papan-papan ini memiliki tonjolan persegi panjang dengan lubang pengikat berbentuk L. Papan-papan tersebut diikat dengan tali pengikat papan dan pasak.

Kelompok keempat terdiri dari papan dengan ketebalan hingga 7 cm dan ujung yang disambung miring. Tonjolan-tonjolannya berbentuk persegi panjang dengan lubang pengikat berbentuk L. Papan-papan ini diikat dengan tali pengikat papan dan pasak. Kelompok ini juga memiliki lubang pasak memanjang yang menyerupai lubang mortise, yang diamankan dengan pasak.

Kelompok kelima terdiri dari papan dengan ketebalan sekitar 4 cm yang ujungnya disambung dengan teknik scarfed. Tonjolan-tonjolannya berbentuk persegi panjang dengan lubang pengikat berbentuk L. Papan-papan ini diikat dengan tali pengikat papan dan pasak.

ADVERTISEMENT

Bagian Wing-end merupakan bukti lain bahwa papan-papan yang terlepas yang ditemukan di Situs Bongal berasal dari perahu bertipe lashed-lug. Hal ini menunjukkan ciri khas utama dari perahu tradisi Asia Tenggara itu. Bilah-bilah lambung perahu bertipe lashed-lug bersambungan dengan wing-end di bagian ujungnya, bukan dengan tiang haluan atau tiang buritan.

Wing-end temuan Situs Bongal memiliki bentuk trapesium yang besar dan menonjol, serta dilengkapi dua ujung yang diperpanjang dan disambung miring dengan panjang masing-masing 68 cm dan 30 cm. Tinggi totalnya adalah 25 cm. Bagian trapesium ini memiliki permukaan atas yang datar dengan lebar 12 cm di ujungnya, yang melebar menjadi 16 cm pada jarak 20 cm dari ujung.

Setiap sisi permukaan datar memiliki dua lubang pasak dan satu lubang pengikat berbentuk L. Kayu tersebut kemudian memanjang ke luar menuju kedua ujungnya, yang berbentuk seperti ujung papan yang disambung miring. Sambungan bagian ini memiliki ketebalan 3-4 cm dan mencakup lubang pasak berdiameter sekitar 1,2 cm serta lubang pengikat berbentuk L berdiameter 1,5 cm.

Temuan kemudi di Situs Bongal diidentifikasi memiliki panjang 438 cm. Pegangan dan porosnya berbentuk silinder, sedangkan bilahnya datar. Pegangan memiliki panjang 34 cm dan diameter 16 cm, dilengkapi dengan lubang persegi panjang berukuran 6 × 4 cm, kemungkinan untuk tuas kemudi. Diameter poros di persambungan dengan pegangan adalah 13 cm, meningkat menjadi 18 cm di dekat bilah, tempat poros tersebut terhubung ke selongsong.

Panjang keseluruhan poros adalah 180 cm, dengan lubang berdiameter 3 cm pada selongsong untuk tali pengangkat. Dari ujung bilah hingga selongsong, panjang totalnya adalah 224 cm. Bilah ini memiliki lebar 38 cm pada titik terlebarnya dan tebal 6 cm. Terdapat tiga lubang pasak di sisi yang berhadapan dengan selongsong, berukuran 4 × 2 cm dan kedalaman 6 cm, masing-masing dengan lubang pasak berdiameter 1,2 cm yang dibor pada salah satu permukaannya.

Kemudi temuan Situs Bongal bukanlah penemuan kemudi pertama di sejumlah situs lain yang menemukan kapal dengan tradisi lashed-lug, meskipun jumlahnya masih relatif sedikit. Beberapa contoh yaitu Situs Air Sugihan, Simpang Tiga, dan Sungai Buah, yang semuanya berlokasi di Sumatra Selatan, serta sebuah fragmen bilah kemudi dari situs Butuan di Filipina.

Kemudi Situs Bongal juga bukan yang terbesar, karena kemudi yang ditemukan di Sungai Buah memiliki panjang 820 cm. Namun, tak satu pun dari kemudi yang ditemukan tersebut ditemukan dalam hubungan langsung dengan kapal yang masih utuh, sehingga sulit melakukan penentuan hubungan antara ukuran kemudi dan ukuran kapal.

Namun, kemudi Situs Bongal merupakan temuan yang pertama kali dilakukan penanggalan radiokarbon di antara kemudi-kemudi di situs lain. Hasilnya sejalan dengan tiga sampel lain, dan menjadikan kemudi temuan Situs Bongal kemudi tertua yang ditemukan di Asia Tenggara hingga saat ini.

Terdapat kayu berinskripsi yang juga ditemukan di Situs Bongal. Kondisi saat didokumentasikan telah terpecah menjadi dua bagian dengan ukuran yang tidak sama. Potongan yang lebih kecil memiliki panjang 73 cm, lebar 27 cm, dan tebal 5 cm. Potongan yang lebih besar memiliki sisa panjang 119 cm, lebar maksimum 27 cm, dan tebal 6 cm.

Kedua potongan tersebut memiliki prasasti yang tampaknya saling bercermin, termasuk penggambaran kerang keong dan apa yang mungkin merupakan aksara Brahmik. Analisis epigrafi menunjukkan bahwa gaya prasasti tersebut berasal dari abad ke-7 M hingga abad ke-8 M, dengan bentuk karakter yang sebanding dengan contoh-contoh dari India Selatan pada masa yang sama.

Sebuah alur diukir pada potongan yang lebih besar, menyerupai alur-alur pada balok dudukan kemudi perahu Situs Punjulharjo dan di sektor Margomulyo Situs Air Sugihan. Karena kedua potongan yang pecah tersebut tampaknya saling bercermin, ada kemungkinan bahwa balok kayu ini dulunya memiliki dua alur. Diduga hal ini bisa jadi merupakan balok dudukan kemudi berinskripsi pertama yang pernah ditemukan di Asia Tenggara.

Previous Post

Peran Tradisi Pembuatan Kapal Asia Tenggara di Situs Bongal dalam Interaksi Maritim Regional Dan Global

Editor

Editor

Related Posts

Peran Tradisi Pembuatan Kapal Asia Tenggara di Situs Bongal dalam Interaksi Maritim Regional Dan Global
Islamic Civilization

Peran Tradisi Pembuatan Kapal Asia Tenggara di Situs Bongal dalam Interaksi Maritim Regional Dan Global

11 Oktober 2026
Perbedaan Jugrafiya dan Tarikh dalam Tradisi Intelektual Islam
Islamic Civilization

Perbedaan Jugrafiya dan Tarikh dalam Tradisi Intelektual Islam

1 Oktober 2026
Situs Bongal Memperluas Sebaran Geografis Tradisi Teknologi Pembuatan Lashed-Lug Boats
Islamic Civilization

Situs Bongal Memperluas Sebaran Geografis Tradisi Teknologi Pembuatan Lashed-Lug Boats

27 September 2026
Situs Bongal Mengungkap Konteks Sejarah Global Abad 7-10 M
Islamic Civilization

Situs Bongal Mengungkap Konteks Sejarah Global Abad 7-10 M

15 September 2026
Situs Bongal Membuka Wawasan dan Pengetahuan Baru Kesejarahan Pesisir Barat Sumatra
Islamic Civilization

Situs Bongal Membuka Wawasan dan Pengetahuan Baru Kesejarahan Pesisir Barat Sumatra

13 September 2026
Karya Jugrafiya Para Ilmuwan Muslim: Dokumen Penting Ekonomi-Politik Global
Islamic Civilization

Karya Jugrafiya Para Ilmuwan Muslim: Dokumen Penting Ekonomi-Politik Global

9 September 2026

POPULAR

Fragmen Kayu Kapal Situs Bongal: Temuan Kemudi Tertua di Asia Tenggara

Fragmen Kayu Kapal Situs Bongal: Temuan Kemudi Tertua di Asia Tenggara

18 Oktober 2026
Peran Tradisi Pembuatan Kapal Asia Tenggara di Situs Bongal dalam Interaksi Maritim Regional Dan Global

Peran Tradisi Pembuatan Kapal Asia Tenggara di Situs Bongal dalam Interaksi Maritim Regional Dan Global

11 Oktober 2026
Sultanate Institute Menghadirkan Pameran Arkeologi Islam “Uncovering Nusantara” di International Islamic Edu Fair 2026

Sultanate Institute Menghadirkan Pameran Arkeologi Islam “Uncovering Nusantara” di International Islamic Edu Fair 2026

2 Oktober 2026
Perbedaan Jugrafiya dan Tarikh dalam Tradisi Intelektual Islam

Perbedaan Jugrafiya dan Tarikh dalam Tradisi Intelektual Islam

1 Oktober 2026
Situs Bongal Memperluas Sebaran Geografis Tradisi Teknologi Pembuatan Lashed-Lug Boats

Situs Bongal Memperluas Sebaran Geografis Tradisi Teknologi Pembuatan Lashed-Lug Boats

27 September 2026
Situs Bongal Mengungkap Konteks Sejarah Global Abad 7-10 M

Situs Bongal Mengungkap Konteks Sejarah Global Abad 7-10 M

15 September 2026
Situs Bongal Membuka Wawasan dan Pengetahuan Baru Kesejarahan Pesisir Barat Sumatra

Situs Bongal Membuka Wawasan dan Pengetahuan Baru Kesejarahan Pesisir Barat Sumatra

13 September 2026
Karya Jugrafiya Para Ilmuwan Muslim: Dokumen Penting Ekonomi-Politik Global

Karya Jugrafiya Para Ilmuwan Muslim: Dokumen Penting Ekonomi-Politik Global

9 September 2026
Kunjungan Andrew Peacock: Situs Bongal Membuka Perspektif Baru Hubungan Asia Tenggara dengan Timur Tengah

Kunjungan Andrew Peacock: Situs Bongal Membuka Perspektif Baru Hubungan Asia Tenggara dengan Timur Tengah

31 Agustus 2026
Kehadiran Islam dan Terbukanya Jejaring Global Abad ke-7 M

Kehadiran Islam dan Terbukanya Jejaring Global Abad ke-7 M

24 Agustus 2026
ADVERTISEMENT

Sultanate Institute. All Right Reserved

  • Profile
  • About Us
  • Contact Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Spiced Islam
    • SI-IO 2022
    • SI-IO 2023
    • SI-IO 2025
  • Islamic Civilization
  • Museum
    • Museum Abad Satu Hijriyah
    • Museum Fansuri Situs Bongal
  • Manuscripts
  • Tombstones
  • Expeditions
  • Activities
  • Books
  • Galleries
    • Masjid
    • Ekskavasi
    • Kegiatan
  • Cinderamata
    • ParfumGiftset
    • ParfumHampers