No Result
View All Result
Sultanate Institute
  • Spiced Islam
    • SI-IO 2022
    • SI-IO 2023
    • SI-IO 2025
  • Islamic Civilization
  • Museum
    • Museum Abad Satu Hijriyah
    • Museum Fansuri Situs Bongal
  • Manuscripts
  • Tombstones
  • Expeditions
  • Activities
  • Books
  • Galleries
    • Masjid
    • Ekskavasi
    • Kegiatan
  • Spiced Islam
    • SI-IO 2022
    • SI-IO 2023
    • SI-IO 2025
  • Islamic Civilization
  • Museum
    • Museum Abad Satu Hijriyah
    • Museum Fansuri Situs Bongal
  • Manuscripts
  • Tombstones
  • Expeditions
  • Activities
  • Books
  • Galleries
    • Masjid
    • Ekskavasi
    • Kegiatan
No Result
View All Result
Sultanate Institute
No Result
View All Result

Mata Uang Islam Temuan Situs Bongal dan Pengaruh Otoritas Dunia Islam di Samudra Hindia

Editor by Editor
13 Mei 2026
in Islamic Civilization
0
Revolusi Ekonomi Islam: Dari Ketimpangan Pasar Menuju Fondasi Moneter Global

Ilustrasi Kontribusi Islam dalam Perkembangan Sistem Ekonomi Global. Sumber: muslimheritage.com

Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

Temuan data arkeologi di Situs Bongal, Tapanuli Tengah, Sumatra Utara, memberikan kontribusi penting bagi pemahaman sejarah maritim Asia Tenggara awal. Situs ini menunjukkan jejak aktivitas perdagangan global sejak abad ke-7 M di pesisir barat Sumatra.

Di antara artefak yang ditemukan, koin-koin berinskripsi Arab diidentifikasi merupakan mata uang Islam yang berasal dari masa Daulah Umawiyah dan Abbasiyah. Bahkan, beberapa koin dengan inskripsi khas Sassaniyah Persia yang digunakan pada masa dakwah Nabi Muhammad hingga masa Khulafaurrasyidin juga ditemukan, yang menunjukkan koneksi kuat Dunia Islam dengan Kepulauan Nusantara melalui pesisir barat Sumatra sejak masa awal Islam.

Kehadiran koin Islam abad ke-7 hingga ke-10 M menjadi salah satu bukti paling signifikan yang menunjukkan interaksi intensif kawasan pantai barat Sumatra dengan jejaring perdagangan dan politik Samudra Hindia.

Selama ini historiografi maritim Indonesia lebih banyak menempatkan pantai timur Sumatra sebagai pusat utama perdagangan internasional pada masa klasik. Namun, temuan di Situs Bongal memperlihatkan bahwa pantai barat Sumatra juga memainkan peranan strategis dalam jalur perdagangan global yang menghubungkan Timur Tengah, India, Asia Tenggara, dan Tiongkok.

Dalam konteks ini, koin-koin Islam tidak hanya dipahami sebagai alat tukar ekonomi, tetapi juga sebagai simbol interaksi politik, legitimasi kekuasaan, dan pengaruh dakwah dan peradaban Islam melalui jejaring kemaritiman sejak abad ke-7 M.

Keberadaan temuan koin Islam menjadi indikator penting dari intensitas hubungan ekonomi dan diplomatik antara kawasan Sumatra dengan pusat-pusat kekuasaan Islam di Timur Tengah.

Seperti yang dipresentasikan oleh Roni Tabroni dan Nurman Kholis dalam 3rd Spiced Islam International Conference 2025 berjudul “Traces of Power in Coins: The Political Implications of Bongal Numismatic Discoveries of the 7th to 10th Centuries”.

Situs Bongal secara geografis menempati kawasan pesisir Teluk Tapanuli yang berhadapan langsung dengan Samudra Hindia. Lokasi ini sangat strategis yang memungkinkan Bongal berkembang sebagai pelabuhan transit dan titik distribusi komoditas penting sejak abad ke-7 hingga ke-10 M.

Artefak Koin Islam Daulah Umawiyah dan Abbasiyah Temuan Situs Bongal

Temuan koin Islam di Situs Bongal berasal dari periode Daulah Umawiyah (661–750 M) hingga Daulah Abbasiyah (750–1258 M). Koin-koin ini umumnya memuat inskripsi Arab berupa kalimat tauhid, tahun pencetakan, serta lokasi koin dicetak.

Koin Islam tidak menampilkan figur manusia atau nama khalifah untuk mencerminkan perubahan secara ideologis dalam tradisi moneter Islam awal. Peradaban Islam tidak direpresentasikan melalui figur tertentu, melainkan pada sistem yang berdasarkan ajaran agama Islam.

Kajian numismatik terhadap koin-koin tersebut memberikan informasi penting mengenai jejaring sirkulasi ekonomi dan politik pada masa itu. Inskripsi Arab menunjukkan bahwa koin tersebut bukan sekadar komoditas perdagangan, tetapi juga representasi otoritas kekhalifahan Islam yang memiliki pengaruh luas di wilayah Samudra Hindia.

Hal ini menunjukkan bahwa proses dakwah dan futuhat Islam berarti juga sebuah proses Islamisasi. Penggunaan mata uang Islam dalam jejaring perdagangan menunjukkan adanya pembentukan peradaban melalui sistem ekonomi lintas wilayah yang terintegrasi sejak awal abad pertengahan.

Analisis kandungan logam melalui pendekatan ilmiah juga menunjukkan kualitas tinggi dari material koin. Salah satu sampel koin dari Bongal dengan metode XRF menunjukkan dominasi unsur perak dalam material pembuatnya.

Hal ini mengindikasikan fungsi ekonomi yang berlangsung, koin digunakan sebagai mata uang atau alat tukar dengan nilai intrinsik yang terkandung di dalamnya. Keberadaan koin perak Islam di pantai barat Sumatra memperlihatkan bahwa kawasan pesisir barat Sumatra tidak terisolasi, melainkan wilayah aktif dalam sirkulasi ekonomi global.

Pengaruh Otoritas dan Sistem Ekonomi Dunia Islam

Konteks ekonomi tidak bisa dipisahkan dari konteks politik yang menyertainya. Koin-koin Islam dari Bongal mencerminkan pengaruh otoritas pada abad ke-7 hingga ke-10 M di Samudra Hindia. Pada masa yang sama kawasan Nusantara berada dalam pengaruh kerajaan-kerajaan seperti Sriwijaya maupun Mataram Kuno.

Namun masuknya koin Umawiyah dan Abbasiyah ke Bongal memperlihatkan berlangsungnya interaksi antara dunia Islam dengan Kepulauan Nusantara di Sumatra. Koin Islam menandai suatu transfer sistem dan pengetahuan yang ditunjukkan dengan aktivitas perdagangan dan hubungan antarpedagang mancanegara.

Koin sebagai simbol legitimasi ekonomi turut membawa pengaruh budaya dan ideologi. Sistem ekonomi dan keuangan Islam mentransfer pengetahuan bagaimana jejaring perdagangan dilangsungkan secara adil. Secara bersamaan pengetahuan tentang aktivitas pertukaran tersebut juga menjadi medium penyebaran identitas dan pengaruh politik.

Situasi ini memperlihatkan bahwa kawasan pesisir Sumatra tidak hanya menjadi penerima pasif perdagangan global, tetapi juga bagian aktif dalam pembentukan lanskap politik maritim Asia Tenggara awal maupun di kawasan Samudra Hindia

Analisis numismatik terhadap inskripsi, ikonografi, dan konteks sebaran koin membuka wawasan tentang dinamika kekuasaan, aliansi, serta kemungkinan pengaruh hegemonik di Sumatra pada masa kejayaan Sriwijaya dan Mataram Kuno.

Perbandingan dengan temuan serupa di India Selatan dan Pakistan memperkuat pemahaman bahwa Bongal merupakan bagian dari jejaring transregional yang memfasilitasi pertukaran barang, ide, dan pengaruh politik lintas batas geografis. Temuan ini menyoroti pentingnya Bongal sebagai simpul strategis dalam membentuk lanskap politik dan ekonomi Asia Tenggara awal.

ADVERTISEMENT

Keberadaan koin Islam memperlihatkan bahwa interaksi antara Asia Tenggara dan Dunia Islam telah berlangsung lebih awal daripada yang selama ini diketahui. Hal ini sekaligus membuka pandangan terhadap historiografi lama yang cenderung menempatkan proses Islamisasi Nusantara baru berkembang secara signifikan pada abad ke-13 M.

Temuan koin Islam Dinasti Umayyah dan Abbasiyah di Situs Bongal merupakan bukti penting interaksi pantai barat Sumatra dengan jejaring perdagangan dan politik Samudra Hindia pada abad ke-7 hingga ke-10 M.

Melalui pendekatan numismatik, koin-koin tersebut membuka pemahaman baru mengenai dinamika ekonomi, pengaruh politik, dan interaksi budaya lintas kawasan pada masa awal sejarah maritim Asia Tenggara dan Samudra Hindia masa abad pertengahan.

Situs Bongal menunjukkan bahwa pantai barat Sumatra memiliki posisi strategis dalam jalur perdagangan internasional dan menjadi bagian dari jejaring transregional yang menghubungkan Timur Tengah, India, Asia Tenggara, dan Tiongkok.

Temuan ini tidak hanya memperkaya kajian arkeologi maritim Indonesia, tetapi juga mendorong reinterpretasi historiografi tentang peran Sumatra dalam pembentukan peradaban maritim dunia awal, serta membuka pandangan tentang historiografi Islam di Indonesia.

Dengan demikian, Bongal dapat dipahami sebagai salah satu simpul penting dalam lanskap perdagangan global awal yang memperlihatkan bagaimana kekuatan ekonomi, politik, dan budaya saling terhubung melalui jejaring Samudra Hindia, yang pada masa itu ditandai dengan menguatnya pengaruh otoritas Dunia Islam.

Previous Post

Kunjungan Timothy Insoll ke Museum Fansuri: Situs Bongal Mengangkat Nama Indonesia dalam Diskursus Arkeologi Dunia

Editor

Editor

Related Posts

Studi Arkeologi Islam: Memahami Jejak Islamisasi Peradaban Dunia
Islamic Civilization

Studi Arkeologi Islam: Memahami Jejak Islamisasi Peradaban Dunia

30 April 2026
Karavanserai dalam Jejaring Perdagangan Global: Koneksi Wilayah Pedalaman dan	 Dunia Maritim
Islamic Civilization

Karavanserai dalam Jejaring Perdagangan Global: Koneksi Wilayah Pedalaman dan Dunia Maritim

20 April 2026
Koleksi Islam Indonesia di Eropa: Studi Dekolonisasi Warisan Budaya
Islamic Civilization

Koleksi Islam Indonesia di Eropa: Studi Dekolonisasi Warisan Budaya

11 April 2026
Teknologi Irigasi Dunia Islam: Bukti Arkeologis Warisan Sistem Hidrologi Dunia
Islamic Civilization

Teknologi Irigasi Dunia Islam: Bukti Arkeologis Warisan Sistem Hidrologi Dunia

8 April 2026
“Koin Fulus Daulah Abbasiyah”
Islamic Civilization

Studi Paleografi Komparatif-Kuantitatif dalam Analisis Numismatik Koin Berinskripsi Arab Temuan Situs Bongal

26 Maret 2026
Teknologi Kapal Lashed-Lug dan Peran Asia Tenggara dalam Jejaring Perdagangan Maritim Samudra Hindia
Islamic Civilization

Teknologi Kapal Lashed-Lug dan Peran Asia Tenggara dalam Jejaring Perdagangan Maritim Samudra Hindia

24 Maret 2026

POPULAR

Revolusi Ekonomi Islam: Dari Ketimpangan Pasar Menuju Fondasi Moneter Global

Mata Uang Islam Temuan Situs Bongal dan Pengaruh Otoritas Dunia Islam di Samudra Hindia

13 Mei 2026
Kunjungan Timothy Insoll ke Museum Fansuri: Situs Bongal Mengangkat Nama Indonesia dalam Diskursus Arkeologi Dunia

Kunjungan Timothy Insoll ke Museum Fansuri: Situs Bongal Mengangkat Nama Indonesia dalam Diskursus Arkeologi Dunia

5 Mei 2026
Studi Arkeologi Islam: Memahami Jejak Islamisasi Peradaban Dunia

Studi Arkeologi Islam: Memahami Jejak Islamisasi Peradaban Dunia

30 April 2026
Kunjungan Ustadz Bachtiar Nasir ke Museum Fansuri Situs Bongal: Menelusuri Kembali Jejak Islam Indonesia

Kunjungan Ustadz Bachtiar Nasir ke Museum Fansuri Situs Bongal: Menelusuri Kembali Jejak Islam Indonesia

24 April 2026
Karavanserai dalam Jejaring Perdagangan Global: Koneksi Wilayah Pedalaman dan	 Dunia Maritim

Karavanserai dalam Jejaring Perdagangan Global: Koneksi Wilayah Pedalaman dan Dunia Maritim

20 April 2026
Koleksi Islam Indonesia di Eropa: Studi Dekolonisasi Warisan Budaya

Koleksi Islam Indonesia di Eropa: Studi Dekolonisasi Warisan Budaya

11 April 2026
Teknologi Irigasi Dunia Islam: Bukti Arkeologis Warisan Sistem Hidrologi Dunia

Teknologi Irigasi Dunia Islam: Bukti Arkeologis Warisan Sistem Hidrologi Dunia

8 April 2026
“Koin Fulus Daulah Abbasiyah”

Studi Paleografi Komparatif-Kuantitatif dalam Analisis Numismatik Koin Berinskripsi Arab Temuan Situs Bongal

26 Maret 2026
Teknologi Kapal Lashed-Lug dan Peran Asia Tenggara dalam Jejaring Perdagangan Maritim Samudra Hindia

Teknologi Kapal Lashed-Lug dan Peran Asia Tenggara dalam Jejaring Perdagangan Maritim Samudra Hindia

24 Maret 2026
Pelestarian Berkelanjutan Warisan Budaya Maritim Nusantara

Pelestarian Berkelanjutan Warisan Budaya Maritim Nusantara

17 Maret 2026
ADVERTISEMENT

Sultanate Institute. All Right Reserved

  • Profile
  • About Us
  • Contact Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Spiced Islam
    • SI-IO 2022
    • SI-IO 2023
    • SI-IO 2025
  • Islamic Civilization
  • Museum
    • Museum Abad Satu Hijriyah
    • Museum Fansuri Situs Bongal
  • Manuscripts
  • Tombstones
  • Expeditions
  • Activities
  • Books
  • Galleries
    • Masjid
    • Ekskavasi
    • Kegiatan