Ethiopia merupakan salah satu lokasi yang penting dalam riset arkeologi Islam. Terutama menandai sejarah peradaban Islam dalam jejak dakwah terawal. Sebelum kemunculan kota-kota terawal seperti Basrah, Fustat, Siraf, dan Wasith, Ethiopia termasuk dalam lokasi tujuan pengiriman utusan dakwah Nabi Muhammad Saw, yaitu ke Kerajaan Aksum.
Riset arkeologi Islam di Ethiopia dijelaskan oleh Timothy Insoll dalam kuliah di RZS-CASIS, UTM dengan judul “The Archaeology of Islam: Three Case Studies from Bahrain, the Hijra Route in Saudi Arabia, and Eastern Ethiopia” pada 20 April 2026.
Salah satu warisan budaya yang terpenting adalah Masjid Nejashi, yang menandai berlangsungnya proses Islamisasi dan perdagangan di wilayah Ethiopia. Selain itu, jejak kerajaan Harlaa juga penting untuk diungkap dalam rangka menggambarkan proses dakwah Islam sejak wilayah ini menjadi bagian dari jejaring perdagangan di Laut Merah.
Temuan data arkeologi di Ethiopia menunjukkan relasinya dengan wilayah perairan Samudra Hindia. Di antaranya ditemukan keramik Yaman dan Cina, manik-manik jenis karnelian, serta artefak kaca dari Mesir. Artefak-artefak tersebut merupakan warisan budaya material Samudra Hindia abad pertengahan.
Beberapa artefak lain menunjukkan adanya kesamaan temuan dengan situs-situs di Asia Tenggara khususnya di pesisir barat Sumatra yaitu Situs Lobu Tua (Barus) dan Situs Bongal. Artefak tersebut berupa logam perhiasan dan alat cetak berbahan batu.
Inskripsi Arab atau kaligrafi ditemukan di sejumlah artefak, di antaranya dalam ornamen bangunan, dalam nisan makam, dan stempel (seals). Temuan-temuan tersebut menunjukkan eksistensi permukiman komunitas masyarakat muslim, yang ditandai adanya praktik pemakaman muslim.
Riset arkeologi Islam di Ethiopia juga mendapatkan sisa-sisa bangunan masjid sebagai pusat kegiatan dan aktivitas masyarakat muslim. Masjid merupakan pusat dari arsitektur dan tata kota Islam, yang secara menyeluruh membuktikan jejak-jejak lain di sekitarnya.
Riset arkeologi Islam di Ethiopia seringkali masih terdengar asing dan tidak begitu familiar. Akan tetapi lokasi ini mestinya menjadi salah satu yang penting dalam mengungkap secara lengkap proses dakwah dan Islamisasi. Sebab wilayah ini menjadi salah satu yang paling terawal mendapat sentuhan peradaban Islam.
Hal ini mendorong kerja sama penelitian melalui pendekatan multidisiplin ilmu. Ethiopia merupakan wilayah penting dalam peradaban Islam, sebagai lokasi yang dipilih untuk mengirim utusan dakwah oleh Nabi Muhammad Saw.
Ethiopia juga menunjukkan wilayah yang terhubung dengan jejaring perdagangan di Laut Merah. Jejaring ini menunjukkan interaksi yang lebih luas yaitu dengan wilayah perairan Samudra Hindia. Beberapa di antara temuan artefaknya menunjukkan kesamaan temuan dengan Situs Bongal di pesisir barat Sumatra.
Temuan artefak Islam di Situs Bongal di mana kesamaan temuan ditunjukkan dengan beberapa situs dalam riset arkeologi Islam di wilayah Timur Tengah, menunjukkan bukti arkeologis penting jejak interaksi dakwah sejak abad ke-7 M telah sampai melalui pesisir barat Sumatra.
Hal ini memberi pemahaman lebih mendalam bagaimana jejak pengaruh peradaban Islam sejak abad ke-7 M terhubung secara global, membentuk interaksi yang luas melalui jejaring perairan Samudra Hindia.
















