Riset arkeologi Islam di Arab Saudi dilakukan secara khusus untuk menelusuri jejak peradaban di rute hijrah Nabi Muhammad SAW dari Mekkah ke Madinah. Riset dilakukan dengan melakukan pemetaan titik-titik penting dan jejak permukiman di sepanjang rute Mekkah dan Madinah.
Kawasan rute hijrah beserta percabangannya membentang sepanjang sekitar 450 km melintasi berbagai jenis lingkungan alam. Bentangalam didominasi oleh keberadaan padang rumput dengan gurun dan pegunungan, yang beberapa di antara titik-titiknya menunjukkan jejak aktivitas manusia.
Riset arkeologi Islam di Arab Saudi telah dilakukan dalam beberapa tahun seperti yang dijelaskan oleh Timothy Insoll dalam kuliah di RZS-CASIS, UTM dengan judul “The Archaeology of Islam: Three Case Studies from Bahrain, the Hijra Route in Saudi Arabia, and Eastern Ethiopia” pada 20 April 2026.
Data arkeologi di sepanjang rute hijrah antara Mekkah dan Madinah menunjukkan situs-situs yang memiliki kaitan dengan kenabian. Selain itu, ditemukan pula beberapa inskripsi beraksara Arab, dan ditemukannya seni cadas untuk temuan masa praIslam.
Terdapat temuan permukiman Al-Juhfa, sebuah lokasi tempat turunnya ayat 85 Surat Al-Qasas. Lokasi ini kemudian ditinggalkan pada awal abad ke-12 M. Sayangnya, situs ini jarang disebutkan dalam sumber-sumber sejarah, hanya beberapa disebut dalam jumlah yang terbatas.
Al-Juhfa terletak di jalur antara Madinah dan Mekkah, sekitar 178 km dari Mekkah. Al-Juhfa merupakan salah satu tempat persinggahan di sepanjang jalur antara Madinah dan Mekkah. Nabi Muhammad SAW mengunjungi Al-Juhfa beberapa kali. Dalam perjalanan hijrah dari Mekkah ke Madinah, beliau singgah di Al-Juhfa bersama sahabat Abu Bakar al-Siddiq.
Kunjungan terakhir Nabi Muhammad SAW ke Al-Juhfa adalah pada tahun 632 M, yaitu dalam perjalanan menuju Haji Wada’ (Perpisahan), haji pertama sekaligus terakhir beliau, di mana beliau singgah bersama ribuan sahabat dan melaksanakan salat di sana.
Oleh karena itu, Al-Juhfa juga merupakan tempat miqat yang ditetapkan oleh Nabi Muhammad SAW bagi jama’ah yang akan menunju Masjidil Haram/Mekkah dengan niat untuk melaksanakan ibadah haji dan umrah. Miqat ini berlaku bagi jama’ah yang berasal atau melalui rute wilayah barat laut di antaranya Suriah, Mesir, Maroko, dan yang datang dari Afrika.
Secara keseluruhan, riset arkeologi Islam di Arab Saudi mengungkap jejak kehidupan komunitas masyarakat sejak awal abad ke-8 M, permukiman, perdagangan, beserta data lingkungan.
Data temuan keramik juga mengindikasikan asal interaksi masyarakat di Arab Saudi yang meliputi wilayah Afrika, Asia Tenggara, Maghreb/Maroko (Afrika Utara), Mesir, Sudan (Afrika Utara bagian timur). Sementara beberapa data arkeologi yang ditemukan yang menunjukkan jejak komunitas muslim awal masih dalam proses pembacaan dan analisis.
Riset arkeologi di Arab Saudi memiliki potensi untuk menemukan warisan budaya pada masa awal Islam. Beberapa situs yang ditemukan memiliki hubungan dengan masa kenabian hingga masa Sahabat, terimasuk di Madinah. Seperti Situs Perang Khandaq, di mana data-data arkeologi dapat merinci peristiwa-peristiwa dalam peradaban Islam yang dijelaskan dalam Al-Qur’an dan Hadits.
















