No Result
View All Result
Sultanate Institute
  • Spiced Islam
    • SI-IO 2022
    • SI-IO 2023
    • SI-IO 2025
  • Islamic Civilization
  • Museum
    • Museum Abad Satu Hijriyah
    • Museum Fansuri Situs Bongal
  • Manuscripts
  • Tombstones
  • Expeditions
  • Activities
  • Books
  • Galleries
    • Masjid
    • Ekskavasi
    • Kegiatan
  • Spiced Islam
    • SI-IO 2022
    • SI-IO 2023
    • SI-IO 2025
  • Islamic Civilization
  • Museum
    • Museum Abad Satu Hijriyah
    • Museum Fansuri Situs Bongal
  • Manuscripts
  • Tombstones
  • Expeditions
  • Activities
  • Books
  • Galleries
    • Masjid
    • Ekskavasi
    • Kegiatan
No Result
View All Result
Sultanate Institute
No Result
View All Result

Koleksi Islam Indonesia di Eropa: Studi Dekolonisasi Warisan Budaya

Editor by Editor
11 April 2026
in Islamic Civilization
0
Koleksi Islam Indonesia di Eropa: Studi Dekolonisasi Warisan Budaya

Masjid di Gresik Tahun 1924. Sumber: Koleksi Digital Perpustakaan Universitas Leiden (Southeast Asia and Carribean Images), KITLV.

Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

Museum-museum di Eropa banyak menyimpan koleksi Islam Indonesia yang merupakan koleksi dari masa kolonialisme. Koleksi tersebut bukan hanya sebatas koleksi yang disimpan, tetapi mencerminkan bagaimana produksi pengetahuan tentang Islam Indonesia dibentuk dalam konteks kolonial.

Selain di museum, koleksi lain seperti manuskrip dan teks-teks lokal juga tersimpan dalam sejumlah institusi di Eropa seperti perpustakaan dan lembaga kearsipan. Hampir semua koleksi tersebut dikumpulkan kemudian dipahami dari perspektif kolonial.

Secara historis, sebagian besar koleksi Indonesia di museum-museum Eropa, di mana tata pamer menampilkan evolusi perkembangan peradaban dunia, seperti di negara seperti Austria, Belgia, Jerman, Inggris, hingga Amerika Serikat, dikumpulkan pada masa kolonialisme.

Diperkirakan lebih dari 90% koleksi tersebut diperoleh dalam konteks kekuasaan kolonial, baik melalui ekspedisi ilmiah, aktivitas militer, misi keagamaan, maupun pengumpulan oleh pejabat kolonial.

Mirjam Shatanawi dalam diskusi yang digelar oleh Pan-Sumatra Network dan Beranda Warisan Sumatra memaparkan, di Belanda koleksi warisan budaya Indonesia yang disimpan di sejumlah museum berjumlah ratusan ribu koleksi. Angka yang dipaparkan menunjukkan jumlah besar keberadaan warisan budaya Indonesia di luar negeri.

ADVERTISEMENT

Koleksi warisan budaya tersebut berasal dari berbagai wilayah di Indonesia, di antaranya Aceh dan wilayah lain di Sumatra, Jawa hingga Papua. Besaran jumlah koleksi warisan budaya Indonesia di museum-museum di Eropa merefleksikan bagaimana konteks kolonial melangsungkan relasi kuasa yang mendalam.

Sejumlah literatur menjelaskan bahwa repatriasi menjadi langkah yang inklusif dalam melindungi dan melaksanakan pelestarian berkelanjutan. Repatriasi juga menjadi salah satu bentuk dekolonisasi warisan budaya, di mana konteks kolonial telah membentuk bagaimana koleksi dipahami dan diintepretasikan.

Selain itu, besaran koleksi Indonesia di museum-museum Eropa memberikan gambaran menyeluruh mengenai keberadaan, pembentukan, serta interpretasi terhadap koleksi-koleksi tersebut. Mirjam Shatanawi menekankan berlangsungnya pengaruh kuat perspektif kolonial dalam memahami tradisi Islam Indonesia.

Studi dekolonisasi memberi pemahaman bagaimana tradisi keilmuan Barat secara historis cenderung mengecualikan Indonesia dari kajian besar tentang seni Islam. Pengetahuan tentang Dunia Islam, seringkali mengarusutamakan warisan budaya dari pusat-pusat Islam di Timur Tengah atau Asia Barat.

Sementara Asia Tenggara termasuk Indonesia sering dianggap mewakili kebudayaan pinggiran. Akibatnya, ekspresi seni dan budaya Islam di Indonesia kurang mendapatkan pengakuan yang setara dalam wacana global.

Warisan kolonial ini juga memengaruhi bagaimana koleksi-koleksi tersebut diklasifikasikan, dipamerkan, dan ditafsirkan. Banyak koleksi yang dipisahkan dari konteks aslinya, baik secara geografis maupun kultural, sehingga makna dan nilai yang terkandung di dalamnya menjadi tereduksi.

Dalam beberapa kasus, Islam di Indonesia dipahami secara sempit, hanya sebagai agama, terlepas dari berbagai dimensi yang menyertainya seperti sosial, budaya, hingga ekspresi seni yang kompleks.

Selain itu, pengetahuan tentang Islam Indonesia dalam museum-museum di Eropa juga menunjukkan adanya domain struktural yang diwarisi dari masa kolonial, sehingga menghasilkan kesenjangan representasi atau keterwakilan dalam narasi tentang warisan Islam Indonesia. Hal ini terlihat dari minimnya representasi suara lokal, kurangnya keterlibatan komunitas asal, serta dominasi perspektif Barat dalam interpretasi terhadap koleksi.

Kondisi ini sangat relevan bagi praktik pengelolaan koleksi warisan budaya masa kini. Museum dan lembaga pengetahuan publik dihadapkan pada tantangan untuk melakukan transformasi pendekatan dalam proses kuratorial yang lebih inklusif dan reflektif terhadap sejarah kolonial.

Hal ini dilakukan melalui upaya dekolonisasi museum, repatriasi koleksi, serta kolaborasi dengan komunitas masyarakat pewaris menjadi isu penting yang semakin mengemuka dalam diskursus global.

Dengan demikian, studi tentang koleksi Islam Indonesia di Belanda tidak hanya membuka wawasan tentang sejarah pengumpulan benda budaya, tetapi juga merefleksikan kembali bagaimana pengetahuan dibentuk, diwariskan, dan dinegosiasikan

Pendekatan yang lebih kritis dan inklusif diharapkan dapat menghadirkan pemahaman yang lebih adil dan komprehensif terhadap warisan Islam Indonesia dalam konteks global.

Previous Post

Teknologi Irigasi Dunia Islam: Bukti Arkeologis Warisan Sistem Hidrologi Dunia

Editor

Editor

Related Posts

Teknologi Irigasi Dunia Islam: Bukti Arkeologis Warisan Sistem Hidrologi Dunia
Islamic Civilization

Teknologi Irigasi Dunia Islam: Bukti Arkeologis Warisan Sistem Hidrologi Dunia

8 April 2026
“Koin Fulus Daulah Abbasiyah”
Islamic Civilization

Studi Paleografi Komparatif-Kuantitatif dalam Analisis Numismatik Koin Berinskripsi Arab Temuan Situs Bongal

26 Maret 2026
Teknologi Kapal Lashed-Lug dan Peran Asia Tenggara dalam Jejaring Perdagangan Maritim Samudra Hindia
Islamic Civilization

Teknologi Kapal Lashed-Lug dan Peran Asia Tenggara dalam Jejaring Perdagangan Maritim Samudra Hindia

24 Maret 2026
Pelestarian Berkelanjutan Warisan Budaya Maritim Nusantara
Islamic Civilization

Pelestarian Berkelanjutan Warisan Budaya Maritim Nusantara

17 Maret 2026
Pembentukan Wilayah Perbatasan (Frontiers) Dunia Islam dalam Jejaring Perdagangan Maritim Global
Islamic Civilization

Pembentukan Wilayah Perbatasan (Frontiers) Dunia Islam dalam Jejaring Perdagangan Maritim Global

14 Maret 2026
Pesisir Barat Sumatra dalam Sejarah Perdagangan Samudra Hindia Abad 7-10 M
Islamic Civilization

Pesisir Barat Sumatra dalam Sejarah Perdagangan Samudra Hindia Abad 7-10 M

12 Februari 2026

POPULAR

Koleksi Islam Indonesia di Eropa: Studi Dekolonisasi Warisan Budaya

Koleksi Islam Indonesia di Eropa: Studi Dekolonisasi Warisan Budaya

11 April 2026
Teknologi Irigasi Dunia Islam: Bukti Arkeologis Warisan Sistem Hidrologi Dunia

Teknologi Irigasi Dunia Islam: Bukti Arkeologis Warisan Sistem Hidrologi Dunia

8 April 2026
“Koin Fulus Daulah Abbasiyah”

Studi Paleografi Komparatif-Kuantitatif dalam Analisis Numismatik Koin Berinskripsi Arab Temuan Situs Bongal

26 Maret 2026
Teknologi Kapal Lashed-Lug dan Peran Asia Tenggara dalam Jejaring Perdagangan Maritim Samudra Hindia

Teknologi Kapal Lashed-Lug dan Peran Asia Tenggara dalam Jejaring Perdagangan Maritim Samudra Hindia

24 Maret 2026
Pelestarian Berkelanjutan Warisan Budaya Maritim Nusantara

Pelestarian Berkelanjutan Warisan Budaya Maritim Nusantara

17 Maret 2026
Pembentukan Wilayah Perbatasan (Frontiers) Dunia Islam dalam Jejaring Perdagangan Maritim Global

Pembentukan Wilayah Perbatasan (Frontiers) Dunia Islam dalam Jejaring Perdagangan Maritim Global

14 Maret 2026
Pesisir Barat Sumatra dalam Sejarah Perdagangan Samudra Hindia Abad 7-10 M

Pesisir Barat Sumatra dalam Sejarah Perdagangan Samudra Hindia Abad 7-10 M

12 Februari 2026
Peran Artefak Kaca dalam Rekonstruksi Perdagangan Maritim Sumatra Utara: Studi dari Situs Bongal dan Bulu Cina

Peran Artefak Kaca dalam Rekonstruksi Perdagangan Maritim Sumatra Utara: Studi dari Situs Bongal dan Bulu Cina

17 Januari 2026
Kunjungan Jejak Islam untuk Bangsa (JIB): Dari Historiografi hingga Artefak sebagai Bukti Ketinggian Peradaban Islam

Kunjungan Jejak Islam untuk Bangsa (JIB): Dari Historiografi hingga Artefak sebagai Bukti Ketinggian Peradaban Islam

11 Januari 2026
Kunjungan Ust. Asep Sobari: Persentuhan Islam dan Nusantara Jauh Lebih Awal dan Sangat Intensif

Sultanate Institute Menginisiasi Kolaborasi Riset Sejarah Peradaban Islam

3 Januari 2026
ADVERTISEMENT

Sultanate Institute. All Right Reserved

  • Profile
  • About Us
  • Contact Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Spiced Islam
    • SI-IO 2022
    • SI-IO 2023
    • SI-IO 2025
  • Islamic Civilization
  • Museum
    • Museum Abad Satu Hijriyah
    • Museum Fansuri Situs Bongal
  • Manuscripts
  • Tombstones
  • Expeditions
  • Activities
  • Books
  • Galleries
    • Masjid
    • Ekskavasi
    • Kegiatan