No Result
View All Result
Sultanate Institute
  • Spiced Islam
    • SI-IO 2022
    • SI-IO 2023
    • SI-IO 2025
  • Islamic Civilization
  • Museum
    • Museum Abad Satu Hijriyah
    • Museum Fansuri Situs Bongal
  • Manuscripts
  • Tombstones
  • Expeditions
  • Activities
  • Books
  • Galleries
    • Masjid
    • Ekskavasi
    • Kegiatan
  • Cinderamata
    • ParfumGiftset
    • ParfumHampers
  • Spiced Islam
    • SI-IO 2022
    • SI-IO 2023
    • SI-IO 2025
  • Islamic Civilization
  • Museum
    • Museum Abad Satu Hijriyah
    • Museum Fansuri Situs Bongal
  • Manuscripts
  • Tombstones
  • Expeditions
  • Activities
  • Books
  • Galleries
    • Masjid
    • Ekskavasi
    • Kegiatan
  • Cinderamata
    • ParfumGiftset
    • ParfumHampers
No Result
View All Result
Sultanate Institute
No Result
View All Result

Teknologi Kapal Lashed-Lug dan Peran Asia Tenggara dalam Jejaring Perdagangan Maritim Samudra Hindia

Editor by Editor
24 Maret 2026
in Islamic Civilization
0
Teknologi Kapal Lashed-Lug dan Peran Asia Tenggara dalam Jejaring Perdagangan Maritim Samudra Hindia

Ilustrasi Teknologi Pembuatan Kapal Lashed-Lug Asia Tenggara. Sumber: G. Adrian Horridge, 1982, "The Lashed-Lug Boat of the Eastern Archipelagoes", National Maritime Museum.

Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

Selama lebih dari dua milenium, kawasan perairan Samudra Hindia tampil menjadi salah satu jalur utama perdagangan dunia, yang membawa pertukaran budaya, ruang interaksi ide dan teknologi, serta pergerakan manusia. Aktivitas tersebut banyak didukung oleh kapal dengan teknologi pembuatan khas kepulauan Asia Tenggara.

Salah satunya adalah teknologi pembuatan kapal dengan tradisi lashed-lug, yaitu teknik mengikat rangka kapal pada tonjolan (lug) kayu di papan lambung tanpa menggunakan besi. Teknik ikat ini menggunakan tali yang terbuat dari serat tanaman Arenga Pinnata yang padukan pula dengan pasak kayu.

Hal ini merupakan warisan budaya maritim masa lampau yang menunjukkan peran penting keberadaan kapal lashed-lug dalam menghubungkan masyarakat maritim Asia Tenggara dengan pusat-pusat perdagangan jauh, mulai dari India hingga Afrika Timur, khususnya pada abad ke-7 hingga ke-13 M.

Penelitian tentang tradisi teknologi pembuatan kapal lashed-lug ini dijelaskan oleh Shinatria Adhityatama dalam 3rd Spiced Islam International Conference 2025 yang mempresentasikan penelitiannya berjudul “Reclaiming Southeast Asia’s Forgotten Shipbuilding Power in the Indian Ocean World”.

Kawasan perairan Samudra Hindia menghubungkan berbagai pusat peradaban besar, mulai dari Asia Timur, Asia Selatan, Timur Tengah, hingga Afrika Timur. Dalam jejaring tersebut, Asia Tenggara tidak hanya berperan sebagai wilayah transit, tetapi juga sebagai pusat produksi dan inovasi maritim.

Teknologi pembuatan kapal khas Asia Tenggara tidak hanya mencerminkan kecanggihan teknik perkapalan, tetapi juga menjadi fondasi bagi keterlibatan aktif masyarakat Asia Tenggara dalam perdagangan jarak jauh.

Bukti-bukti arkeologis ditemukan seperti perahu Butuan (Filipina), serta bangkai kapal Cirebon, Bintan, Punjulharjo, dan Bongal, yang menegaskan bahwa teknologi ini bukan sekadar kerajinan pinggiran, melainkan kunci perdagangan jarak jauh.

ADVERTISEMENT

Dalam konteks ini, pelabuhan-pelabuhan di Asia Tenggara salah satunya di Pulau Sumatra, termasuk Situs Bongal, menunjukkan keterlibatan penting sebagai simpul dalam sistem distribusi perdagangan. Situs Bongal juga menunjukkan bukti kuat adanya aktivitas perdagangan global, yang didukung oleh teknologi kapal lashed-lug seperti yang ditemukan dalam penelitian arkeologi tahun 2021-2022.

Kapal lashed-lug unggul dalam ketahanan, fleksibilitas, dan efisiensi hidrodinamika, sehingga memiliki kemampuan yang baik dalam menghadapi angin muson dan jalur antarpulau yang menantang.

Teknologi lashed-lug memungkinkan kapal menyerap tekanan gelombang sehingga menciptakan struktur rangka kapal yang fleksibel dan stabil. Penggunaan bahannya yang tanpa logam membentuk ketahanan kapal terhadap korosi yang diakibatkan dari interaksi dengan perairan laut.

Selain itu, efisiensi hidrodinamika juga mendukung suatu perjalanan laut secara jarak jauh. Teknologi ini juga memudahkan perbaikan terutama di kawasan pesisir yang dekat dengan lokasi-lokasi pelabuhan. Pengetahuan teknologi pembuatan ini menjadikan kapal lashed-lug dapat beradaptasi dengan baik terhadap kondisi perairan yang menantang dan pergerakan angin muson dalam melangsungkan pelayarannya.

Lebih dari sekadar inovasi teknis, teknik ini juga merupakan ekspresi budaya dan identitas maritim masyarakat Asia Tenggara. Tradisi pembuatan kapal ini menempatkan Asia Tenggara sebagai pusat aktif dalam jejaring perdagangan maritim Samudra Hindia, yang memungkinkan pertukaran lintas benua, pergerakan diaspora, dan keterhubungan ekonomi selama berabad-abad.

Pengetahuan tentang pembuatan kapal diwariskan secara turun-temurun dan terikat dengan sistem sosial, kepercayaan, serta praktik budaya lokal. Teknologi perkapalan menggambarkan bagaimana pengetahuan masyarakat pesisir menyatu dengan ruang budayanya. Sebagai komunitas masyarakat pesisir, teknologi perkapalan juga menunjukkan proses pembentukan sistem pengetahuan dan simbol hubungan mereka dengan kawasan perairan.

Teknologi kapal lashed-lug merupakan bentuk pengetahuan maritim terpenting masyarakat kepulauan Asia Tenggara yang berperan dalam membentuk jejaring perdagangan maritim Samudra Hindia selama lebih dari satu milenium.

Bukti arkeologis dari berbagai situs, termasuk Situs Bongal, menunjukkan bahwa teknologi ini bukan sekadar praktik lokal, tetapi merupakan bagian integral dari sistem perdagangan global masa lalu. Tradisi pembuatan kapal lashed-lug juga mencerminkan identitas budaya maritim yang kuat, yang memungkinkan masyarakat Asia Tenggara berperan aktif dalam pertukaran lintas benua. Dengan demikian, Asia Tenggara tidak hanya menjadi bagian dari jejaring perdagangan Samudra Hindia, tetapi juga salah satu penggerak utamanya.

Previous Post

Pelestarian Berkelanjutan Warisan Budaya Maritim Nusantara

Next Post

Studi Paleografi Komparatif-Kuantitatif dalam Analisis Numismatik Koin Berinskripsi Arab Temuan Situs Bongal

Editor

Editor

Related Posts

Situs Bongal Mengungkap Konteks Sejarah Global Abad 7-10 M
Islamic Civilization

Situs Bongal Mengungkap Konteks Sejarah Global Abad 7-10 M

15 September 2026
Situs Bongal Membuka Wawasan dan Pengetahuan Baru Kesejarahan Pesisir Barat Sumatra
Islamic Civilization

Situs Bongal Membuka Wawasan dan Pengetahuan Baru Kesejarahan Pesisir Barat Sumatra

13 September 2026
Karya Jugrafiya Para Ilmuwan Muslim: Dokumen Penting Ekonomi-Politik Global
Islamic Civilization

Karya Jugrafiya Para Ilmuwan Muslim: Dokumen Penting Ekonomi-Politik Global

9 September 2026
Kehadiran Islam dan Terbukanya Jejaring Global Abad ke-7 M
Islamic Civilization

Kehadiran Islam dan Terbukanya Jejaring Global Abad ke-7 M

24 Agustus 2026
Independensi Teori dalam Historiografi Situs Bongal Pesisir Barat Sumatra
Islamic Civilization

Independensi Teori dalam Historiografi Situs Bongal Pesisir Barat Sumatra

19 Agustus 2026
Hasil Penelitian Situs Bongal Diharapkan menjadi Materi Pelajaran Sejarah
Activity

Hasil Penelitian Situs Bongal Diharapkan menjadi Materi Pelajaran Sejarah

7 Agustus 2026
Next Post
“Koin Fulus Daulah Abbasiyah”

Studi Paleografi Komparatif-Kuantitatif dalam Analisis Numismatik Koin Berinskripsi Arab Temuan Situs Bongal

POPULAR

Situs Bongal Mengungkap Konteks Sejarah Global Abad 7-10 M

Situs Bongal Mengungkap Konteks Sejarah Global Abad 7-10 M

15 September 2026
Situs Bongal Membuka Wawasan dan Pengetahuan Baru Kesejarahan Pesisir Barat Sumatra

Situs Bongal Membuka Wawasan dan Pengetahuan Baru Kesejarahan Pesisir Barat Sumatra

13 September 2026
Karya Jugrafiya Para Ilmuwan Muslim: Dokumen Penting Ekonomi-Politik Global

Karya Jugrafiya Para Ilmuwan Muslim: Dokumen Penting Ekonomi-Politik Global

9 September 2026
Kunjungan Andrew Peacock: Situs Bongal Membuka Perspektif Baru Hubungan Asia Tenggara dengan Timur Tengah

Kunjungan Andrew Peacock: Situs Bongal Membuka Perspektif Baru Hubungan Asia Tenggara dengan Timur Tengah

31 Agustus 2026
Kehadiran Islam dan Terbukanya Jejaring Global Abad ke-7 M

Kehadiran Islam dan Terbukanya Jejaring Global Abad ke-7 M

24 Agustus 2026
Independensi Teori dalam Historiografi Situs Bongal Pesisir Barat Sumatra

Independensi Teori dalam Historiografi Situs Bongal Pesisir Barat Sumatra

19 Agustus 2026
Hasil Penelitian Situs Bongal Diharapkan menjadi Materi Pelajaran Sejarah

Hasil Penelitian Situs Bongal Diharapkan menjadi Materi Pelajaran Sejarah

7 Agustus 2026
Sultanate Institute menyelenggarakan Workshop Digitalisasi Manuskrip dan Arsip Sejarah: Pentingnya Alih Media dan Preservasi Digital Warisan Intelektual Nusantara

Sultanate Institute menyelenggarakan Workshop Digitalisasi Manuskrip dan Arsip Sejarah: Pentingnya Alih Media dan Preservasi Digital Warisan Intelektual Nusantara

25 Juli 2026
Buku “Perdagangan Maritim Dunia Islam di Pantai Barat Sumatra Abad I–IV H/VII–X M” Perkuat Riset Arkeologi-Sejarah

Buku “Perdagangan Maritim Dunia Islam di Pantai Barat Sumatra Abad I–IV H/VII–X M” Perkuat Riset Arkeologi-Sejarah

24 Juli 2026
Para Ilmuwan Jugrafiya: Pelopor dan Madzhab Pemikiran Abad ke-9 M Hingga Abad ke-13 M

Para Ilmuwan Jugrafiya: Pelopor dan Madzhab Pemikiran Abad ke-9 M Hingga Abad ke-13 M

15 Juli 2026
ADVERTISEMENT

Sultanate Institute. All Right Reserved

  • Profile
  • About Us
  • Contact Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Spiced Islam
    • SI-IO 2022
    • SI-IO 2023
    • SI-IO 2025
  • Islamic Civilization
  • Museum
    • Museum Abad Satu Hijriyah
    • Museum Fansuri Situs Bongal
  • Manuscripts
  • Tombstones
  • Expeditions
  • Activities
  • Books
  • Galleries
    • Masjid
    • Ekskavasi
    • Kegiatan
  • Cinderamata
    • ParfumGiftset
    • ParfumHampers