Sultanate Institute menghadirkan Pameran Arkeologi Islam “Uncovering Nusantara” dalam rangka International Islamic Edu Fair (IIEF) 2026 di Edutorium Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Surakarta 3-5 Oktober 2026. Pameran ini akan menyuguhkan materi tentang temuan arkeologi sebagai bukti terawal interaksi Islam dan Nusantara sejak abad ke-1 Hijriyah.
Sultanate Institute menggelar pameran di Stand Nomor AF 68, dengan menghadirkan perspektif arkeologi untuk melihat kembali proses interaksi antara dunia Islam dan Nusantara. Berbagai data arkeologi menjadi sumber penting dalam memahami hubungan perdagangan, pertukaran budaya, teknologi, serta perkembangan masyarakat Islam di kawasan kepulauan Nusantara.
Melalui koleksi artefak temuan penelitian di Situs Bongal, sejarah hubungan Nusantara dengan dunia Islam dapat ditelusuri tidak hanya melalui sumber tertulis, tetapi juga melalui bukti material. Pameran ini juga menempatkan abad ke-1 Hijriyah sebagai titik periode penting dalam pembahasan awal hubungan antara Nusantara dan Dunia Islam. Bukti-bukti arkeologi memungkinkan proses interaksi tersebut dikaji secara lebih luas dalam konteks jejaring maritim dan perdagangan yang menghubungkan berbagai kawasan di Asia.
Memperkenalkan Warisan Budaya dan Kajian Arkeologi-Sejarah Islam
Pameran Arkeologi Islam “Uncovering Nusantara” juga menampilkan beragam artefak yang merepresentasikan kekayaan tinggalan arkeologi Islam dan jejaring interaksi lintas kawasan, antara lain koin, perhiasan, keramik, artefak logam, kaca, serta berbagai artefak lainnya.
Keberadaan artefak-artefak tersebut tidak hanya memiliki nilai sebagai benda kuno, tetapi juga menyimpan informasi mengenai bagaiman proses interaksi terawal Dunia Islam di Nusantara. Koin, misalnya, memberikan informasi mengenai aktivitas ekonomi dan jejaring perdagangan, sementara keramik dan kaca membantu menelusuri hubungan perdagangan serta pertukaran budaya antarkawasan.
Pameran ini juga menjadi ruang edukasi bagi masyarakat, khususnya generasi muda, untuk mengenal arkeologi Islam dan memahami bahwa sejarah Islam di Nusantara memiliki keterkaitan erat dengan dinamika dunia yang lebih luas.
Kehadiran Sultanate Institute dalam IIEF 2026 menjadi kesempatan untuk memperkenalkan kajian arkeologi-sejarah Islam kepada masyarakat yang lebih luas. Melalui konsep pameran, pengunjung dapat melihat bagaimana bukti-bukti material digunakan untuk merekonstruksi sejarah interaksi Islam dan Nusantara sejak abad ke-1 Hijriyah.
Dengan mengusung semangat “Uncovering Nusantara”, pameran ini mengajak pengunjung untuk melihat Nusantara sebagai bagian dari jejaring interaksi Dunia Islam yang telah berlangsung sejak masa awal perkembangan Islam.
Pameran ini diharapkan menjadi sarana untuk memperluas pemahaman masyarakat mengenai pentingnya tinggalan arkeologi dalam mengungkap sejarah hubungan Islam dan Nusantara serta memperkuat apresiasi terhadap warisan budaya Islam di Indonesia.
















